Iran: Pelayaran di Selat Hormuz Tetap Perlu Koordinasi dengan Teheran
Iran menyatakan bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz masih memerlukan koordinasi dengan Teheran.
Hal ini berlaku meskipun telah tercapai kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
>>> Teboho Mokoena Dipastikan Absen Lawan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Televisi pemerintah Iran, Kamis (18/6), melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) masih memberlakukan persyaratan koordinasi dengan angkatan lautnya.
Persyaratan ini berlaku bagi kapal-kapal yang ingin melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, Rabu (17/6), menandatangani nota kesepakatan (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik antara Teheran dan Washington.
Konflik tersebut dimulai pada akhir Februari.
Berdasarkan isi kesepakatan yang dipublikasikan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Teheran akan berupaya semaksimal mungkin menjamin pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial.
Jaminan ini berlaku tanpa biaya selama 60 hari di jalur antara Teluk Persia dan Teluk Oman.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa pelayaran komersial akan kembali dibuka segera.
>>> Tears on a Withered Flower Chapter 107: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca
Namun, pemulihan penuh lalu lintas pelayaran akan dilakukan dalam waktu 30 hari dengan syarat hambatan teknis dan militer telah diatasi serta operasi pembersihan ranjau oleh Iran selesai dilaksanakan.
Dalam dokumen itu juga disebutkan bahwa Iran akan mengadakan pembicaraan dengan Kesultanan Oman mengenai pengelolaan dan layanan maritim Selat Hormuz di masa depan.
Pembicaraan ini sesuai hukum internasional yang berlaku dan hak kedaulatan negara-negara pesisir.
Selain itu, Teheran juga akan berkonsultasi dengan negara-negara lain yang berbatasan dengan Teluk Persia.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat akan mencabut blokade laut yang diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Tak lama setelah AS dan Israel memulai serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran menutup Selat Hormuz.
>>> Republik Ceko dan Afrika Selatan Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
Kemudian pada 13 April, pasukan AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sehingga pelayaran kapal-kapal komersial melalui jalur perairan penting tersebut hampir tidak dapat dilakukan.
Update Terbaru
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Inggris Kalahkan DR Congo, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Rangers Rekrut Bjorkstrand, Veleno, dan Korpisalo di Awal Bursa Bebas NHL
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Amazon Rilis Serial Prequel Legally Blonde 'Elle' di Prime Video
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Riley Gaines dan MyKayla Skinner Ajak Simone Biles Bergabung dalam Perjuangan Olahraga Wanita
Kamis / 02-07-2026, 03:31 WIB
Marcus Willis Kembali ke Wimbledon, 10 Tahun Usai Hadapi Federer
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
National Lottery Umumkan Nomor Pemenang Lotto dan Thunderball Terbaru
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
Daftar UMR 2026 Seluruh Provinsi dan Kota Besar di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 03:29 WIB
Google One 2026: Panduan Lengkap Fitur, Harga, dan Tips Memaksimalkannya
Kamis / 02-07-2026, 03:28 WIB
Layar Android Auto 11 Inci Ini Mungkin Berlebihan, tapi Harganya Fantastis
Kamis / 02-07-2026, 03:28 WIB






