Bank Mega Syariah Pacu Pembiayaan Produktif di Tengah Penguatan Dolar
Bank Mega Syariah mengoptimalkan penyaluran pembiayaan produktif sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan peluang pasar domestik yang tetap positif meskipun dolar AS menguat.
Total pembiayaan yang dikucurkan hingga Mei 2026 mencapai lebih dari Rp9,9 triliun.
>>> Bos Estée Lauder Kendal Ascher Meninggal usai Filler, Dokter Ungkap Risiko Emboli Paru
Angka ini naik 7,20% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,3 triliun.
Fokus pada Sektor Komersial dan Korporasi
Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor komersial dengan outstanding lebih dari Rp5,7 triliun per Mei 2026.
Angka ini tumbuh 13,22% dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp5,17 triliun.
Segmen korporasi mendominasi dengan kontribusi 43,76% atau lebih dari Rp4,4 triliun.
Sementara segmen business banking menyumbang 13,86% atau sekitar Rp1,4 triliun, dengan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai motor utama.
Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno menyatakan potensi penyaluran modal di sektor strategis masih terbuka lebar.
"Kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih tetap terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Manajemen juga membidik potensi pembiayaan di sektor infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi, logistik, serta industri jasa lainnya yang memiliki prospek jangka panjang.
"Komposisi sektor-sektor tersebut memberikan ruang bagi Bank Mega Syariah untuk terus mengembangkan portofolio pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan," kata Guritno.
Peluang dari Penguatan Dolar
Penguatan dolar AS dinilai membuka peluang bagi eksportir nasional karena mampu mendongkrak daya saing produk lokal dan meningkatkan pendapatan berbasis valuta asing.
Bank Mega Syariah kini aktif mendekati nasabah berorientasi ekspor untuk memetakan rencana ekspansi bisnis mereka.
Bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko. "Bank Mega Syariah akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko yang prudent.
>>> Baznas OKU Salurkan Beasiswa Pendidikan Lewat Program OKU Cerdas
Dengan strategi tersebut, kami optimistis pembiayaan korporasi dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi global," tutup Guritno.
Update Terbaru
Strategi Corporate Real Estate Jadi Kunci Ekspansi Global Perusahaan Tiongkok
Kamis / 02-07-2026, 21:15 WIB
7 Produk Meta yang Super Canggih dan Jarang Diketahui Publik
Kamis / 02-07-2026, 21:15 WIB
Daloha Beach & Dive Resort Morotai: Sinema Alam dari Fajar hingga Senja
Kamis / 02-07-2026, 21:15 WIB
Standardisasi, SDM, dan Promosi Global Jadi Kunci Kemajuan Desa Wisata
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
KLH: Kualitas Udara TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat Akibat Kebakaran
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
Daftar Wilayah Bisa Saksikan Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di TC Spanyol: Evan Absen
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Ditargetkan Beroperasi 14 Juli
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
Keamanan Identitas Jadi Fondasi Penting dalam Mendorong Adopsi AI di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 21:12 WIB
OJK Perkuat Ekosistem Teknologi Keuangan Digital dan Aset Kripto
Kamis / 02-07-2026, 21:11 WIB
Ganti Aplikasi dengan Pintasan, Begini Cara Saya Mengubah Penggunaan Ponsel
Kamis / 02-07-2026, 21:11 WIB
7 Fitur Tersembunyi Pixel 10 yang Wajib Diaktifkan, Satu Sebaiknya Dihindari
Kamis / 02-07-2026, 21:11 WIB
Belarus Siap Tingkatkan Pasokan Pupuk dan Teknologi Pertanian ke Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 21:11 WIB
30 Personel Manggala Agni Dikerahkan Atasi Kebakaran TPA Jatiwaringin
Kamis / 02-07-2026, 21:11 WIB






