Drone Mata-mata Latihan Korea Selatan Ditembak Jatuh di Meksiko
Persiapan Timnas Korea Selatan menuju Piala Dunia 2026 diwarnai insiden tak terduga. Sebuah drone yang diduga mengintai sesi latihan tertutup mereka ditembak jatuh di Guadalajara, Meksiko.
Drone tersebut muncul pada Selasa waktu setempat saat para pemain Taeguk Warriors melakukan pemanasan. Kehadirannya pertama kali disadari oleh pemain dan staf pelatih.
Pihak timnas segera melapor kepada petugas keamanan di kompleks olahraga. Otoritas setempat kemudian meminta bantuan Garda Nasional Meksiko untuk menangani ancaman tersebut.
Setibanya di lokasi, petugas menembak jatuh drone yang melayang di atas lapangan. Perangkat itu jatuh di luar batas lapangan dan diamankan sebagai barang bukti.
Namun, dua pria yang diduga operator drone sempat mengambil perangkat tersebut sebelum melarikan diri. Kamera pengawas merekam identitas mereka, tetapi keberadaan keduanya belum diketahui.
KFA Boikot Aktivitas Media
Kepolisian Meksiko mengamankan foto dan video yang memperlihatkan terduga pelaku. Namun, aparat enggan mempublikasikan materi tersebut atau mengonfirmasi tujuan penggunaan drone.
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait spionase.
Timnas Korea Selatan juga diperkirakan tidak akan memberi keterangan kepada media dalam waktu dekat karena aksi boikot.
>>> Pertamina EP Papua Field Catat Produksi 623 BOPD dari Sumur SLW-F2X
Boikot ini dipicu oleh komentar sejumlah wartawan yang mengejek kewajiban militer kapten tim, Son Heung-min.
Pernyataan Resmi Federasi
Melalui rilis resmi, KFA menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap tidak terpuji beberapa oknum jurnalis di Guadalajara.
"Federasi menyampaikan penyesalan atas pernyataan tidak pantas yang disampaikan personel media selama sesi latihan," demikian pernyataan tersebut.
"Dengan tanggung jawab sebagai wakil Korea Selatan di Piala Dunia, para Taeguk Warriors berupaya memberikan yang terbaik untuk membalas dukungan masyarakat.
Namun, bocornya percakapan tidak pantas dari sejumlah pihak media menimbulkan keterkejutan dan kekecewaan besar di dalam tim."
KFA meminta pertimbangan yang lebih bijaksana serta sikap bertanggung jawab terhadap tim nasional dan pemain.
>>> Lebih dari 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Oktober 2025
"Ke depan, kami akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap skuad dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi aktivitas media."
Update Terbaru
Rating Program TV Nasional Terbaru per Sabtu, 4 Juli 2026: D'Academy 8 Final Audition Pimpin, Terikat Janji Tempel Ketat
Sabtu / 04-07-2026, 11:51 WIB
Las Vegas Aces Hadapi Chicago Sky di Tengah Cedera Pemain
Sabtu / 04-07-2026, 11:28 WIB
Mesir Singkirkan Australia dari Piala Dunia Lewat Adu Penalti
Sabtu / 04-07-2026, 11:28 WIB
Cara Ajukan KPR Rumah Pertama: Syarat dan Simulasi 2026
Sabtu / 04-07-2026, 11:28 WIB
Kemenpar dan DJKI Jalin Kerja Sama Lindungi Kekayaan Intelektual Pariwisata
Sabtu / 04-07-2026, 11:28 WIB
Detail Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Adam Sandler Nyanyikan Lagu Original
Sabtu / 04-07-2026, 11:27 WIB
Argentina Salahkan Lapangan usai Susah Payah Kalahkan Tanjung Verde
Sabtu / 04-07-2026, 11:27 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana
Sabtu / 04-07-2026, 11:27 WIB
Fakta-fakta Rencana Pemakaman Ali Khamenei, Dimulai Hari Ini
Sabtu / 04-07-2026, 11:21 WIB
Mesir ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Pelatih Dedikasikan Kemenangan untuk Palestina
Sabtu / 04-07-2026, 11:21 WIB
Viral Gaji Dosen Unair Rp2,6 Juta, Lulusan Luar Negeri dan 16 Tahun Kerja
Sabtu / 04-07-2026, 11:21 WIB
Prosesi Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Resmi Dimulai
Sabtu / 04-07-2026, 11:17 WIB
Messi Akui Argentina Kewalahan Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 11:17 WIB
Ahli: Pesta Kembang Api Besar-besaran Trump 4 Juli Picu Risiko Serius
Sabtu / 04-07-2026, 11:17 WIB






