IMF: Ekonomi Global Bertahan dari Dampak Perang Timur Tengah
Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian global sejauh ini masih mampu bertahan dari guncangan akibat perang di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Kendati demikian, lembaga tersebut mengingatkan bahwa ketahanan ekonomi global menyimpan perbedaan kondisi yang besar antarnegara dan kawasan. Kelompok pengimpor energi menjadi yang paling rentan.
>>> Portugal Hadapi Republik Demokratik Kongo di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menjelaskan bahwa negara-negara pengimpor energi dan negara yang memiliki ruang kebijakan terbatas menjadi kelompok yang paling berisiko menghadapi dampak konflik tersebut.
"Ekonomi dunia secara keseluruhan tampak bertahan.
Harga komoditas, inflasi, ekspektasi inflasi, dan kondisi keuangan memang terdampak, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan global," tulis Georgieva.
Ketidakpastian dinilai masih tinggi seiring masih ditutupnya Selat Hormuz dan rusaknya sejumlah infrastruktur di Timur Tengah akibat perang.
Hal ini memicu kenaikan harga minyak hingga 30 persen dibandingkan sebelum konflik.
Namun, China mampu menahan gangguan pasokan energi dengan memanfaatkan cadangan minyak yang besar. Peningkatan produksi di luar kawasan Teluk turut membatasi kenaikan harga minyak.
Sejumlah pemerintah juga mengambil langkah untuk mengurangi permintaan energi atau membatasi transmisi kenaikan harga ke konsumen. IMF mengingatkan adanya keterbatasan anggaran.
"Negara-negara tidak dapat terus-menerus menanggung biaya anggaran yang lebih tinggi dan kebutuhan pembiayaan eksternal yang meningkat," terang Georgieva.
Kenaikan harga minyak telah mendorong peningkatan inflasi di banyak negara. Namun, situasi belum mengkhawatirkan karena ekspektasi inflasi jangka menengah masih relatif terjaga di pasar keuangan global.
>>> Jokowi Teken Buku Otentikasi Ijazah Karya Rismon Sianipar di Solo
Investasi di sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan pusat data menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia.
Update Terbaru
Penyerang St. John's Donnie Freeman Alami Cedera Achilles, Absen Semusim
Kamis / 02-07-2026, 06:36 WIB
Pokemon TCG 30th Celebration Hadirkan 27 Produk, Siapkan Diri Koleksi
Kamis / 02-07-2026, 06:36 WIB
Kekhawatiran Hideo Kojima Muncul Kembali Saat PlayStation Hentikan Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 06:36 WIB
Dallas Mavericks Dapatkan Santi Aldama dari Memphis Grizzlies
Kamis / 02-07-2026, 06:35 WIB
Philadelphia 76ers Pertimbangkan Tukar Joel Embiid dengan Jimmy Butler
Kamis / 02-07-2026, 06:35 WIB
Harry Kane Bawa Inggris ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan DR Kongo
Kamis / 02-07-2026, 06:35 WIB
Philadelphia 76ers Dapatkan Jaylen Brown dari Boston Celtics
Kamis / 02-07-2026, 06:35 WIB
Belgium Bangkit Dramatis, Kalahkan Senegal 3-2 di Perpanjangan Waktu
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
Roberto Martinez Bela Cristiano Ronaldo Jelang Lawan Kroasia
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
Poki Games: Daftar Game Trending Juli 2026, Mainkan Sekarang Gratis!
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
CrazyGames Tembus 35 Juta Pengguna, Luncurkan Fitur Multiplayer Baru
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Android 17 QPR1 Beta 6 Hadir dengan Pencapaian Stabilitas Platform
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Boulder Strip Raup Laba Lebih Besar dari Las Vegas Strip Meski Pendapatan Minim
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Station Casinos Rayakan 50 Tahun, Karyawan Era 1970-an Masih Bertahan
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB






