PHDI Luruskan Kesalahpahaman Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) meluruskan sejumlah kesalahpahaman masyarakat dan wisatawan mengenai esensi perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.
Miskonsepsi yang kerap muncul adalah anggapan bahwa rangkaian hari suci tersebut merupakan perayaan tahun baru atau sekadar festival kemeriahan dekoratif.
>>> Lionel Messi Cetak Hattrick, Argentina Kalahkan Aljazair 3-0
Sekretaris Umum PHDI, I Ketut Budiasa, menjelaskan bahwa masyarakat sering kali salah fokus pada aspek kemeriahan fisik semata.
"Hal yang paling sering disalahpahami tentang Galungan dan Kuningan adalah pada kemeriahannya sehingga sering disandingkan dengan perayaan pergantian tahun pada perayaan agama lain," ujar Budiasa kepada Kompas.
com.
Esensi Kemenangan Dharma
Menurut penjelasan PHDI, esensi utama perayaan ini adalah peringatan atas kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (ketidakbenaran).
"Dari sisi pemaknaan, kisah Mayadenawa dimaknai sebagai peristiwa eksternal, padahal secara spiritual pertarungan Dharma dan Adharma adalah peristiwa yang terjadi di dalam diri setiap orang, terus menerus sepanjang hidup," kata Budiasa.
PHDI menekankan bahwa Galungan dan Kuningan bukanlah dua perayaan terpisah, melainkan satu kesatuan ritual yang saling berkaitan erat.
"Setelah merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma melalui Hari Suci Galungan, kemudian sepuluh hari setelahnya adalah penutupan prosesi perayaan, sekaligus berdoa dan mengucap syukur semoga kemakmuran senantiasa melimpah di bumi," ujarnya.
Simbolisme nasi kuning dalam prosesi penutupan juga membawa pesan mendalam mengenai berkah kehidupan.
"Perayaan kemakmuran inilah yang dirayakan melalui Hari Suci Kuningan yang ditandai dengan persembahan nasi kuning sebagai lambang kemakmuran," kata Budiasa.
Terkait keberadaan penjor yang menjamur di jalan-jalan Bali, PHDI menegaskan benda tersebut bukan sekadar hiasan estetis untuk keperluan pariwisata.
Update Terbaru
Vozinha Tahan Serbuan Messi, Argentina vs Cape Verde ke Extra Time
Sabtu / 04-07-2026, 08:11 WIB
Cara Cek Status Tilang ETLE, Wajib Dikonfirmasi Walau Tak Melanggar
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
KPK: Bupati Langkat Terima Suap Rp800 Juta dari Total Rp1,1 Miliar
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Gol Lisandro Dibalas Cabral, Cape Verde Samakan Skor 2-2 Menit ke-103
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Alasan Mojtaba Khamenei Tak Hadiri Pemakaman Ayahnya, Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Kondisi YTR Korban Penganiayaan Taufik Hidayat Berangsur Membaik
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Gol Sundulan Romero, Argentina Kembali Unggul 3-2 Menit ke-111
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Fakta-fakta Kasus Korupsi BGN: Brigjen Lalu Tersangka ke-7, Kolonel Budi Didalami
Sabtu / 04-07-2026, 08:07 WIB
Argentina Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Menang Dramatis atas Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 08:06 WIB
Jangan Salah Waktu! Catat Jam Flash Sale di Jakarta x Beauty 2026 Ini
Sabtu / 04-07-2026, 08:06 WIB
15 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Argentina dan Mesir Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 08:06 WIB
Reddit Kembali Dibuka di Indonesia, Komdigi Ungkap Alasan dan Syaratnya
Sabtu / 04-07-2026, 08:02 WIB
7 Manfaat Pelihara Kucing di Rumah, Ada Bukti Ilmiahnya
Sabtu / 04-07-2026, 08:02 WIB
Adam Sandler Jadi Penghulu Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 08:02 WIB






