Timnas Korea Selatan Boikot Media Piala Dunia 2026 Akibat Candaan Soal Wajib Militer Son Heung-min
Tim nasional Korea Selatan mengambil langkah tegas dengan memboikot sejumlah agenda media selama pergelaran Piala Dunia 2026.
Keputusan ini dipicu oleh dugaan komentar tidak pantas dari oknum wartawan yang menyinggung kapten tim, Son Heung-min.
>>> IHSG Tembus 6.000, Sucor Sekuritas Prediksi Masih Berpeluang ke 6.700
Insiden terjadi di kamp pelatihan Guadalajara saat Son menjalani sesi latihan terpisah.
Beberapa jurnalis diduga tertangkap mikrofon yang masih menyala saat melontarkan candaan mengenai masa wajib militer sang pemain.
Isu wajib militer merupakan topik yang sangat sensitif di Korea Selatan.
Seluruh pria yang memenuhi syarat diwajibkan menjalani dinas militer sekitar 21 bulan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Namun, kelonggaran diberikan kepada atlet berprestasi. Son dan rekan-rekannya mendapatkan pengecualian setelah meraih medali emas Asian Games 2018.
KFA Kecam Tindakan Oknum Wartawan
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menyampaikan kekecewaan mendalam melalui rilis resmi. Mereka menyesalkan komentar tidak pantas yang disampaikan sejumlah personel media selama sesi latihan di Guadalajara.
>>> Cristiano Ronaldo Siap Pimpin Portugal di Piala Dunia 2026
KFA menegaskan bahwa seluruh pemain saat ini fokus memberikan performa terbaik di Piala Dunia. Mereka berusaha membalas dukungan masyarakat dengan penampilan maksimal.
Pihak federasi menambahkan bahwa kebocoran percakapan tersebut telah mengganggu kondisi psikologis tim. Mereka menuntut profesionalisme dan tanggung jawab lebih besar dari awak media.
KFA berjanji akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap skuad dan menciptakan lingkungan media yang sehat selama turnamen.
Kewajiban FIFA dan Catatan Militer Son
Meski memboikot beberapa aktivitas media mandiri, Korea Selatan tetap wajib mengikuti konferensi pers dan agenda resmi yang diatur FIFA.
Son Heung-min sendiri telah menuntaskan pelatihan dasar militer selama tiga pekan pada 2020.
>>> Studi Ungkap 40 Persen Perokok Dewasa Inggris Pilih Vape untuk Berhenti
Pelatihan itu dilakukan saat Liga Inggris dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19. Son menjalani program ketat termasuk menembak, paparan gas air mata, dan perjalanan jarak jauh 30 kilometer.
Update Terbaru
Mahasiswi Telkom University Nadira Az Zahra Masih Dalam Pencarian, Keluarga Bantah Kabar Ditemukan di Majalaya
Sabtu / 04-07-2026, 19:29 WIB
KPK Temukan 55 Kg Platinum di Mobil Bupati Langkat
Sabtu / 04-07-2026, 19:28 WIB
AS Mulai 'Terpanggang' Gelombang Panas, Suhu Tembus 40,5 Derajat
Sabtu / 04-07-2026, 19:27 WIB
KPK Buka Peluang Panggil Menhut Raja Juli soal Amplop Bupati Kuansing
Sabtu / 04-07-2026, 19:27 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Thailand di 8 Besar AVC U-18 2026
Sabtu / 04-07-2026, 19:27 WIB
Siapa Ririn Septiani? Mantan Caleg Perindo yang Namanya Dikaitkan dalam Rumah Tangga Sarah Gibson
Sabtu / 04-07-2026, 19:25 WIB
Bavar-373, Rudal Pertahanan Andalan Iran Dikerahkan saat Pemakaman Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 19:22 WIB
BPS Tegaskan Sensus Ekonomi Bukan untuk Penarikan Pajak
Sabtu / 04-07-2026, 19:21 WIB
Unair Rincikan Gaji Dosen Usai Viral Kesaksian di MK
Sabtu / 04-07-2026, 19:21 WIB
Taylor Swift Kenakan Gaun Dior Haute Couture di Hari Pernikahan
Sabtu / 04-07-2026, 19:21 WIB
Prediksi Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 19:21 WIB
Transmart Full Day Sale Besok: Diskon Elektronik hingga Jutaan Rupiah
Sabtu / 04-07-2026, 19:21 WIB
KLH Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Titik Api di TPA Jatiwaringin
Sabtu / 04-07-2026, 19:21 WIB
Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Perempuan Berkelanjutan
Sabtu / 04-07-2026, 19:18 WIB







