Diaspora Iran Terpecah Jelang Laga Piala Dunia 2026 di Los Angeles
Ia memilih untuk memboikot pertandingan tersebut.
"Saya tidak bisa menghormati lagu kebangsaan atau seragam Republik Islam," kata Farahanipour. "Sikap saya jelas: saya tidak menonton, atau saya mendukung tim lawan."
>>> Mamadou Sarr Siap Hadapi Prancis di Piala Dunia 2026
Kekhawatiran akan dampak polarisasi ini juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal, seperti Hossein Daei pemilik Farsi Cafe yang memilih tidak menggelar acara nonton bareng karena takut akan aksi perusakan.
"Saya takut orang akan memecahkan jendela dan merusak bisnis saya," kata Hossein Daei. "Orang-orang dari Iran sekarang terpecah."
Guna mengantisipasi demonstrasi dan potensi bentrokan dari massa yang membawa bendera simbol pra-Revolusi 1979, aparat penegak hukum setempat telah bersiaga penuh di sekitar stadion berkapasitas 70.000 penonton tersebut.
"Informasi dan intelijen kami bekerja ekstra keras," kata Robert Luna dalam konferensi pers tanggal 1 Juni.
"Kami menerapkan pendekatan yang kami sebut all-hazards approach, yang berarti kami harus siap menghadapi segala kemungkinan atau tantangan yang dapat terjadi."
Pemerintah federal melalui US Department of Homeland Security menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban sekaligus menghormati hak berpendapat warga negara.
"Amandemen Pertama melindungi kebebasan berbicara dan berkumpul secara damai — bukan kerusuhan," tulis pernyataan resmi DHS.
"DHS mengambil langkah-langkah yang tepat dan sesuai konstitusi untuk menegakkan supremasi hukum serta melindungi petugas dan masyarakat dari perusuh yang berbahaya."
Ketatnya pengawasan juga berdampak pada kebijakan pembatasan visa bagi para pemain dan staf Federasi Sepak Bola Iran oleh pemerintah Amerika Serikat.
"Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar," tulis US Department of State.
Kebijakan pengetatan ini menuai kritik dari internal tim Iran yang menganggap pembatasan tersebut mengganggu fokus kompetisi dan mencederai nilai olahraga.
"Tanpa keraguan, ini akan berdampak negatif terhadap semangat sepak bola," kata Amir Ghalenoei, pelatih timnas Iran. "Sepak bola seharusnya menyatukan bangsa dan budaya."
>>> Hyperice Indonesia Buka Pusat Pemulihan Fisik Pertama di Jakarta
Aturan ketat juga diberlakukan oleh FIFA yang melarang atribut politik masuk ke dalam stadion, diperkuat oleh keputusan Pengadilan Tinggi Los Angeles County yang menolak gugatan warga keturunan Iran terkait izin pengibaran bendera historis mereka.
Update Terbaru
Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Anime Rilis Cast, Staff, Tayang Oktober
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Dior Rancang Gaun Pengantin Haute Couture untuk Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Daripada UFC dan Pameran Sepi, Lebih Baik Hapus Electoral College dan Season Baru Game of Thrones
Sabtu / 04-07-2026, 18:46 WIB
Kemenhaj Fokus pada Pembinaan Jemaah dan Mitigasi dalam Evaluasi Haji 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
10 Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Kuliah 2026, Panduan Lengkap Berdasarkan Budget dan Kebutuhan
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Chrome Tetap Andalan, Tapi Brave dan Firefox Ambil Alih Tugas Berat
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
16 Anak Diselamatkan dari Rumah Kumuh di Ohio, Kondisi 'Hampir Liar'
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Adik Pemain NFL Calais Campbell Didakwa Membunuh Ibu Kandung
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Cara Praktis Menambah Saldo Dana Lewat 5 Langkah Mudah di Aplikasi Clear Blast 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:44 WIB
Tiga Alfa Romeo 8C Dijual Rp 15 Miliar, Satu Tak Pernah Dikendarai
Sabtu / 04-07-2026, 18:32 WIB
Kapolri Lantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Pramono Ungkap Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Lampaui Washington DC
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Kiper Cape Verde Vozinha: Laga Seimbang, Kami Bisa Menang
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB
Kapolri Rombak 6 Kapolda: Aceh, Jabar, hingga Papua Barat Daya
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB







