Warren Buffett Tambah Saham Baru dan Jaga Kas Besar Jelang 2025
Investor legendaris Warren Buffett kembali menjadi sorotan setelah Berkshire Hathaway merilis portofolio terbaru menjelang tahun 2025.
Buffett tetap setia pada strategi investasi jangka panjang dengan mempertahankan saham unggulan dan menambah posisi di sektor yang dinilai prospektif.
>>> Vivo Y31d Pro vs OPPO A6t Pro 5G: Persaingan Sengit di Harga Rp 4 Jutaan
Perusahaan juga menjaga cadangan kas besar, mencapai sekitar US$344 miliar pada kuartal kedua 2025, sebagai antisipasi gejolak pasar global.
Portofolio Utama Buffett
Saham Apple masih menjadi andalan dengan nilai sekitar US$63 miliar, meski Buffett sempat menjual sebagian kepemilikannya.
American Express menempati posisi kedua dengan nilai US$48 miliar, dan Buffett tidak pernah menjual satu pun sahamnya sejak awal pembelian.
Bank of America menjadi pilar lain dengan nilai US$28 miliar, disusul Coca-Cola dan Chevron yang masing-masing bernilai US$28 miliar dan US$19 miliar.
Saham Baru dan Penambahan Posisi
Buffett membeli saham UnitedHealth Group senilai lebih dari US$1,6 miliar saat harga sedang turun akibat tekanan regulasi.
Ia juga mengakuisisi saham Nucor senilai US$860 juta, serta dua perusahaan properti besar, Lennar dan D. R.
>>> Lima Sutradara Bersaing Ketat Rebut Nominasi Best Director Oscar 2026
Horton, dengan total lebih dari US$900 juta.
Selain itu, Buffett menambah kepemilikan di Constellation Brands dan Pool Corp.
Pelajaran dari Strategi Buffett
Kesabaran dan konsistensi lebih penting daripada mengikuti tren jangka pendek, menurut strategi Buffett.
Cadangan kas besar memberikan fleksibilitas untuk membeli saat harga turun signifikan.
Buffett tetap mengandalkan analisis fundamental, bukan spekulasi pasar.
Risiko dan Tantangan ke Depan
Sektor kesehatan masih menghadapi ketidakpastian regulasi, sementara properti dan baja dipengaruhi kondisi ekonomi global.
>>> Pemerintah Tetapkan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Setiap 1 Maret
Transisi kepemimpinan di Berkshire Hathaway pada akhir 2025 juga bisa membawa dinamika baru terhadap kebijakan investasi.
Update Terbaru
Pabrik Pasangkan Kamera pada Pekerja untuk Latih Robot Pengganti
Kamis / 02-07-2026, 02:05 WIB
Investor SpaceX Kembali Alami Hari yang Berat
Kamis / 02-07-2026, 02:02 WIB
Kim Tae Ri Pertimbangkan Tawaran Drama Baru Sister, I Am the Queen in This Life
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Replay Juli Bertema Assassin's Creed: Kirim Klip Terbaikmu untuk Menang Voucher Amazon
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Sadie Sink Baru Terima Naskah Spider-Man: Brand New Day Setelah Tiba di London
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Mantan Bos PlayStation: Port PC Tak Kurangi Penjualan Hardware
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Ubisoft Ubah Bocoran Remake Assassin's Creed Black Flag Jadi Promo Resmi
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Polisi Atlanta Tuduh Ciarre Campbell Bunuh Ibu Kandung
Kamis / 02-07-2026, 02:00 WIB
Diskon $300 untuk Acer Predator Helios Neo 16S dengan RAM 32GB dan RTX 5070 Ti
Kamis / 02-07-2026, 01:57 WIB
Cyberpunk 2077 Lebih Kompleks dari The Witcher 3, Kata Developer
Kamis / 02-07-2026, 01:57 WIB
Clair Obscur Lead Puji Relaunch Final Fantasy 14 sebagai yang Terbaik dalam Sejarah Game
Kamis / 02-07-2026, 01:57 WIB
Pilgub Colorado: Kirkmeyer Ungguli Marx dalam Pemilihan Pendahuluan GOP
Kamis / 02-07-2026, 01:56 WIB
Pistons Terancam Kehilangan Tobias Harris dan Jalen Duren di Bursa Bebas
Kamis / 02-07-2026, 01:56 WIB
Komunitas di Alberta Rayakan Canada Day dengan Festival dan Kembang Api
Kamis / 02-07-2026, 01:56 WIB






