Perhapi Minta Pemerintah Selektif Setujui Revisi RKAB Batu Bara 2026
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menyarankan pemerintah tetap bersikap selektif dalam menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk komoditas batu bara.
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono mengatakan langkah selektif diperlukan untuk mencegah potensi oversupply atau kelebihan pasokan global akibat produksi yang terlalu tinggi dari Indonesia.
>>> Liverpool Percepat Kontrak Baru Rio Ngumoha Demi Tangkal Bayern Munchen
Ia juga mengingatkan bahwa harga batu bara berpotensi kembali melandai jika pasokan terlalu melimpah.
"Jangan sampai juga keran peningkatan produksi dilakukan secara jorjoran yang hasilnya malah akan menciptakan suplai yang berlebih yang dikhawatirkan akan membuat harga batu bara jatuh kembali," kata Sudirman saat dihubungi Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, persetujuan revisi RKAB batu bara dapat diberikan kepada perusahaan yang patuh dan taat aturan, seperti taat membayar pajak hingga menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practice/GMP).
Pengaruh Kebijakan Ekspor
Sudirman meyakini peningkatan produksi pada semester II-2026 belum akan terpengaruh oleh kebijakan ekspor batu bara yang wajib melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Ia mengungkapkan bahwa mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, penambang yang mengekspor produknya hanya diwajibkan melaporkan transaksinya ke Danantara.
"Sehingga revisi RKAB untuk peningkatan produksi pada 2026 ini masih belum akan banyak terpengaruh dengan kebijakan ekspor 1 pintu tersebut," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadlia mengungkapkan akan merelaksasi kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026.
"Kita selalu mengikuti perkembangan dengan kita akan melakukan relaksasi [RKAB] yang terukur. Artinya, kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi.
Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," ujar Bahlil dalam konferensi pers di gedung DPR, Senin (8/6/2026).
Update Terbaru
Aksi Teatrikal di Unair Kritik Latihan Militer Kopdes Tewaskan Peserta
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Mental Baja Vozinha: Larang Rekan Menangis usai Ditekuk Argentina
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Sertijab Kakorlantas, Irjen Agus Titip Pesan ke Irjen Wibowo
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Hasil Uji Coba: Cetak Gol Telat, Malaysia U-17 Tahan Imbang Indonesia
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Museum Nintendo Tembus 800.000 Pengunjung Sejak Dibuka
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Rumor GTA 6: Versi Switch 2 Diklaim Atasi Hambatan Teknis
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Paus Leo XIV Berdoa untuk Migran di Lampedusa Tepat Hari Kemerdekaan AS
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Link Live Streaming Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Star Fox Jadi Game Terlaris di eShop Nintendo Switch 2 Jepang Juni 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Aspyr Pilih Kualitas Visual daripada 60 FPS di Rise of the Tomb Raider Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Capcom Ingin Perluas Jangkauan Mega Man Menjelang 40 Tahun Seri
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Danganronpa 2×2 Ditunda ke Awal 2027, Spike Chunsoft Konfirmasi
Sabtu / 04-07-2026, 22:21 WIB
Ferrari Rebut Pole Sprint Kejutan di GP Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB







