IHSG Menguat 2,7 Persen ke Level 6007 Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 121,62 poin atau 2,7 persen ke posisi 6.007,65 pada perdagangan Jumat (12/6/2026).
Penguatan ini mengakumulasikan kenaikan performa indeks sebesar 7,38 persen dalam sepekan.
>>> BYD Indonesia Pastikan Kebakaran Pabrik Subang Tidak Ganggu Konstruksi
Pergerakan positif bursa domestik terjadi seiring akumulasi volume pembelian di pasar modal.
Kenaikan IHSG ditopang oleh kombinasi sentimen penguatan nilai tukar rupiah dan meredanya tensi geopolitik global.
Sentimen Penguatan Rupiah dan Diplomasi Global
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut apresiasi rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu pendorong utama.
Sentimen positif juga dipicu upaya diplomatik baru antara AS dan Iran yang meredakan kekhawatiran investor terkait Selat Hormuz, sehingga harga minyak mentah dunia ikut melemah.
"Ketiga, diperkirakan adanya inflow ke IHSG dan juga bond, di mana bond yield tenor pendek 5 tahun dan 10 tahun cenderung turun," kata Herditya kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menambahkan bahwa lonjakan IHSG ke level 6.007,65 merupakan fase rebound yang kokoh setelah indeks sempat merosot ke level 5.346 pada awal Juni 2026.
>>> Dwayne Johnson Kecewa Gagal Raih Nominasi Oscar Lewat Film The Smashing Machine
Menurutnya, kondisi ini terjadi setelah pasar mencapai titik jenuh jual.
Katalis domestik utama dipicu instruksi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco pada 9 Juni 2026 kepada Himbara, Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen untuk melakukan aksi buyback saham BUMN.
Langkah itu langsung mendongkrak IHSG 7,57 persen dalam sehari.
Selain itu, meredanya tekanan jual asing serta rencana pemangkasan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mengurangi kekhawatiran defisit fiskal.
Untuk perdagangan Senin (15/6/2026), Herditya memperkirakan IHSG rawan terkoreksi terbatas dengan support 5.988 dan resistance 6.060.
>>> Ibu Hamil Alami Plasenta Akreta pada Kehamilan Kedua, Ini Kisahnya
Ia merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati saham HMSP (target Rp650-Rp670), INDY (target Rp2.560-Rp2.810), dan NCKL (kisaran Rp930-Rp990).
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






