Trump Ancam Rebut Infrastruktur Minyak Iran, Targetkan Pulau Kharg
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman untuk menguasai seluruh infrastruktur minyak dan pasar gas milik Iran.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Kamis, 11 Juni 2026.
>>> BRI Dukung Langkah Strategis Jaga Stabilitas Pasar Modal
Langkah tersebut direncanakan untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Teheran. Gedung Putih frustrasi karena Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz dan enggan menghentikan program nuklirnya.
AS telah menjatuhkan bom senilai 250 juta dolar AS dalam serangan terbaru. Eskalasi ini dipicu tuduhan Trump bahwa Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz.
Target Utama: Pulau Kharg
Infrastruktur utama yang menjadi target adalah Pulau Kharg, terminal ekspor minyak terbesar Iran.
Pulau ini mengelola sekitar 90 persen pengiriman minyak mentah Iran sebelum konflik pecah, meski saat ini angkatan laut AS telah memblokade sebagian besar pelabuhan mereka.
Melalui Truth Social, Trump membeberkan rencana pergerakan pasukan militer AS ke wilayah musuh. Ia menyamakan operasi ini dengan tindakan yang diterapkan AS di Venezuela, yang dinilainya berhasil.
Namun, Trump menunjukkan keraguan mengenai kesiapan domestik untuk pendudukan fisik di terminal minyak tersebut. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan Fox News.
>>> IHSG Melompat ke Level 5.959,34 Dipicu Rebound Saham Big Caps
Trump menambahkan bahwa proses diplomasi masih berjalan. Ia mengklaim operasi di Venezuela sejak Januari lalu telah memberikan keuntungan finansial yang ditampung Departemen Keuangan AS.
Saat ditanya kemungkinan penghancuran fasilitas pembangkit listrik Iran melalui serangan udara, Trump menyatakan lebih memilih menghindari skenario tersebut.
Ia menilai serangan intensif AS telah melemahkan posisi tawar Iran.
Trump menganggap situasi saat ini sudah di luar kendali, namun mengklaim keunggulan berada di pihak AS. "You know, the whole thing is crazy, but they're really in submission.
They just don't know it yet," ujarnya.
Hingga kini, pemerintah Iran di Teheran secara tegas menolak tunduk pada tuntutan Trump.
>>> Tecno Resmi Luncurkan Pova 8 5G dengan Baterai 8.000 mAh di India
Teheran justru menyatakan kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur krusial bagi 20 persen pasokan minyak mentah dunia.
Update Terbaru
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB







