Australia Khawatirkan Dampak Ketergantungan pada Starlink
Pemerintah Australia mulai menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya ketergantungan negara tersebut terhadap layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.
Kekhawatiran ini muncul seiring meluasnya penggunaan infrastruktur satelit asing untuk komunikasi publik dan militer, yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan keamanan nasional.
>>> Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Penyelundupan Elektronik Ilegal
Dalam dokumen resmi badan intelijen, penyedia internet satelit digambarkan sebagai tantangan serius bagi kemampuan Australia untuk menegakkan hukum dan melindungi diri sendiri.
Di Australia, diperkirakan terdapat sekitar 200.000 pelanggan Starlink pada 2025. Perusahaan telekomunikasi besar seperti Telstra dan Optus telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk layanan telepon satelit.
Namun, model operasional ini membawa risiko tata kelola.
Sebuah presentasi internal Pusat Keamanan Siber dan Infrastruktur pada Mei 2025 menyoroti risiko ketersediaan karena Starlink berbasis di luar negeri.
>>> KAI Renovasi Stasiun Gambir untuk Integrasi dengan KRL
Dosen Hukum Antariksa di Flinders University, Joel Lisk, menilai regulasi sistem satelit skala besar merupakan area perhatian nyata.
"Bagaimana Anda menghentikan seseorang melakukannya? Itu tidak mungkin karena lisensi kami tidak menjangkau hingga ke luar angkasa," ujarnya.
Sebuah nota dari Direktorat Sinyal Australia menyebut operator swasta layanan satelit memiliki kendali signifikan atas jaringan, yang mungkin melebihi kapasitas regulasi negara.
Pemerintah federal Australia telah memberikan lebih dari selusin kontrak senilai setidaknya US$7,13 juta, termasuk untuk Departemen Pertahanan dan Komisi Pemilihan Umum.
>>> Liwet Bakar Derajat Viral di Ciledug, Topping Melimpah Mulai Rp19 Ribu
Jumlah itu membengkak menjadi lebih dari US$50 juta jika termasuk kontrak negara bagian.
Update Terbaru
Album ARIRANG BTS Tembus 3,8 Miliar Streaming dalam 8 Pekan
Rabu / 01-07-2026, 18:08 WIB
Kim Nam Gil Picu Spekulasi dengan Postingan Instagram Misterius Jelang Comeback Besar
Rabu / 01-07-2026, 18:08 WIB
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jalin Sinergi Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Bupati Kuansing Terjerat Suap Jabatan dan Pelepasan Kawasan Hutan
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Belanja Iklim APBN Rp73,5 T per Tahun, Kemenkeu: Baru 12,9% Kebutuhan
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Warga Sesak Napas dan Tak Bisa Tidur Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Uni Eropa Resmi Pungut Biaya Impor Barang Murah China, Shein dan Temu Kena Imbas
Rabu / 01-07-2026, 18:07 WIB
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Rabu / 01-07-2026, 18:06 WIB
Patung Messi Tertinggi di Dunia Tarik Wisatawan ke Cutral Co
Rabu / 01-07-2026, 18:05 WIB
Mbappe Tinggal Selangkah Salip Rekor Messi, Tapi Pilih Fokus Antar Prancis Juara Piala Dunia 2026 Dulu
Rabu / 01-07-2026, 18:05 WIB
Pemkab Banyumas Manfaatkan AI untuk Percepat Pelayanan Publik Digital
Rabu / 01-07-2026, 18:05 WIB
Angkutan Reefer via Kereta Api Tumbuh 39%, Dukung Cold Chain Nasional
Rabu / 01-07-2026, 18:01 WIB
Cara Mendapatkan Bantuan KIP Kuliah 2026, Ini Syarat dan Tahapannya
Rabu / 01-07-2026, 18:01 WIB
Action Taimanin Update Juli 2026: Revamp Shisui, Su, Astaroth, Mini-Game Baru, dan Event Musim Panas
Rabu / 01-07-2026, 18:01 WIB






