Kapasitas KRL Green Line Tertinggal, Okupansi Jam Sibuk Tembus 161 Persen
Lonjakan jumlah penumpang Commuter Line lintas Rangkasbitung atau Green Line melaju lebih cepat dibandingkan peningkatan kapasitas layanan.
Kepadatan di koridor penyangga menuju ibu kota ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipicu oleh tingginya pertumbuhan perumahan di sektor barat Jabodetabek.
>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Juni 2026 Ambles Rp21.000 Per Gram
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kenaikan signifikan jumlah pelanggan Green Line.
Penumpang tumbuh dari 43,31 juta orang pada 2022 menjadi 77,55 juta orang sepanjang 2025.
Pada periode Januari–Mei 2026, jumlah penumpang sudah menyentuh 33,39 juta orang.
Okupansi Tertinggi di Jabodetabek
Kondisi ini menempatkan lintas Tanah Abang–Rangkasbitung sebagai koridor dengan tekanan kapasitas terbesar di jaringan KRL Jabodetabek.
Okupansi pada jam sibuk di jalur ini mencapai 161 persen. Angka tersebut melampaui lintas Bogor yang berada di angka 130 persen dan Bekasi/Cikarang sekitar 140 persen.
Keterbatasan pasokan listrik dan sistem persinyalan yang belum modern membatasi kapasitas lintas kereta.
Manajemen KAI mengakui bahwa sarana serta infrastruktur yang ada saat ini belum sepenuhnya sanggup mengimbangi permintaan masyarakat yang terus melonjak.
>>> APPI: Kenaikan BI Rate Hanya Berdampak pada Nasabah Baru
Kendala Pasokan Listrik Aliran Atas
Sistem kelistrikan menjadi hambatan utama di lintas Green Line.
Pasokan daya masih tertahan di level 3.000 volt, berbeda dengan lintas Bogor dan Bekasi yang sudah ditopang daya sebesar 4.000 volt.
Keterbatasan daya tersebut menyebabkan rangkaian 12 kereta atau SF12 belum bisa beroperasi secara maksimal. Akibatnya, operasional angkutan masih bertumpu pada formasi rangkaian 8 dan 10 kereta.
Seluruh rangkaian baru yang diproduksi oleh PT INKA maupun hasil impor dari China belum dapat digunakan di lintas ini karena memiliki formasi SF12.
KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan kini menyiapkan penambahan 11 gardu traksi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu kesiapan infrastruktur sebelum mengoperasikan SF12 secara optimal.
Peningkatan persinyalan, penambahan kapasitas rangkaian, dan pemangkasan headway ditargetkan mulai berjalan tahun ini. “Kami upayakan tahun ini.
>>> Inggris, Australia, dan Kanada Kucurkan Dana Perdamaian Israel-Palestina
Ini masih uji coba,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







