Struktur Tarif Angkutan Penyeberangan Tertinggal 83 Persen Akibat Rupiah Melemah
Struktur tarif angkutan penyeberangan dinilai semakin tidak mencerminkan biaya operasional yang ditanggung operator kapal.
Kondisi ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus angka Rp18.000 per dolar AS.
>>> Asosiasi Ojol Desak Relaksasi Utang Bank dan Subsidi Motor Listrik
Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengungkapkan bahwa ketertinggalan tarif saat ini telah mencapai sekitar 83% dari kebutuhan biaya riil.
Defisit yang melebar ini mulai mengancam keberlanjutan usaha serta pemenuhan standar keselamatan pelayaran nasional.
Dampak Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menjelaskan bahwa terdepresiasinya nilai tukar rupiah berimbas langsung pada lonjakan berbagai komponen biaya operasional yang bergantung pada mata uang asing.
Tekanan operasional semakin berat karena harga minyak dunia masih bertahan tinggi di kisaran US$94 per barel.
"Kombinasi antara pelemahan rupiah dan tingginya harga minyak dunia membuat beban operasional kapal semakin meningkat," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Khoiri Soetomo, tekanan terhadap ruang usaha operator kapal terjadi karena tarif penyeberangan belum mengalami penyesuaian yang sebanding.
Lonjakan pengeluaran paling signifikan dirasakan pada sektor perawatan armada yang mayoritas komponennya masih harus diimpor dari luar negeri.
Manajemen Gapasdap merinci harga suku cadang kapal saat ini sudah membubung sekitar 30% hingga 40%.
Selain itu, beban biaya pelumas mengalami kenaikan hingga 60%, sementara biaya untuk pengedokan kapal terkerek sekitar 20% menyusul naiknya tarif galangan kapal.
"Dampak pelemahan rupiah paling terasa pada biaya perawatan kapal. Hampir seluruh komponen biaya mengalami kenaikan yang cukup signifikan," katanya.
Merujuk pada catatan Gapasdap berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang dirumuskan bersama Kementerian Perhubungan, YLKI, ASDP, perusahaan asuransi, dan asosiasi pelayaran pada 2019, tarif yang berlaku sekarang sebenarnya sudah tertinggal 31,8% dari kebutuhan operasional.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






