BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendeteksi sinyal awal fenomena upwelling musim timur 2026 di sejumlah perairan selatan Indonesia.
Gejala ini teridentifikasi berdasarkan analisis parameter oseanografi periode 1-7 Juni 2026.
>>> Harga HP Vivo 9 Juni 2026 Stabil, Mulai Rp1 Jutaan
Fenomena yang ditandai oleh naiknya massa air kaya nutrien dari lapisan dalam laut ke permukaan tersebut mulai menunjukkan aktivitas pada tingkat lemah hingga sedang.
Kemunculan temuan ini terjadi bersamaan dengan meluasnya musim kemarau di Indonesia bagian selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 28,6 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi ini dipicu oleh menguatnya pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah selatan.
Lokasi Terdeteksinya Upwelling
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Setiyo Pranowo, mengatakan sinyal awal upwelling terutama teridentifikasi di Samudera Hindia selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor.
"Berdasarkan prediksi parameter oseanografi periode 1-7 Juni 2026, sinyal awal keaktifan upwelling mulai terlihat di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Namun, intensitasnya masih berada pada kategori lemah hingga sedang dan belum merata secara spasial," ujarnya.
Menurut Widodo, indikasi tersebut ditandai oleh penurunan suhu permukaan laut, peningkatan salinitas, munculnya arus vertikal ke atas, serta kenaikan konsentrasi klorofil.
Kondisi itu menunjukkan mulai terangkatnya massa air kaya nutrien dari lapisan dalam ke permukaan laut.
Fenomena upwelling berperan penting dalam ekosistem laut karena nutrien yang terbawa ke permukaan dapat merangsang pertumbuhan fitoplankton sebagai dasar rantai makanan laut.
Proses alamiah ini sekaligus mendukung produktivitas perikanan.
Selain di koridor selatan Indonesia, BRIN juga menemukan indikasi peningkatan produktivitas perairan di Laut Banda bagian selatan-tenggara, Laut Arafura, perairan barat Sumatra hingga Laut Andaman, serta kawasan selatan Selat Makassar menuju Laut Flores.
Update Terbaru
Portugal Bungkam Kroasia 2-1, Ronaldo dan Goncalo Ramos Bawa Selecao ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:17 WIB
Sarwendah Siap Bongkar Fakta Tersembunyi di Sidang, Ruben Onsu Bisa Kaget?
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Purbaya Akui Kini Bisa Rumahkan Pegawai Bea Cukai yang Bermasalah
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Thierry Henry Murka! VAR Portugal vs Kroasia Dinilai Rusak Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Roy Suryo Tersenyum Saat Dengar Dakwaan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 4 - 5 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Ramalan Zodiak 3 Juli: Capricorn Coba Hal Baru, Pisces Introspeksi Diri
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Gaya Sporty Georgina Rodriguez Dukung Portugal di Piala Dunia Bareng Keluarga
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Polda Aceh Beri Penghargaan 80 Personel Berprestasi di Hari Bhayangkara 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026 Secara Online
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Naruto Masuk PUBG Mobile, Pemain Bisa Gunakan Rasengan
Jumat / 03-07-2026, 11:00 WIB
Spanyol dan Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:56 WIB






