Purbaya Sebut Pelemahan IHSG dan Rupiah Akibat Miskonsepsi Pasar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh miskonsepsi pelaku pasar terhadap pengelolaan fiskal negara.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya pada Jumat (5/6/2026) menanggapi tekanan di pasar keuangan beberapa hari terakhir.
>>> OJK Dorong Perusahaan Asuransi Perkuat Underwriting Hadapi Inflasi Medis
Menurut Purbaya, ada pihak yang mencari-cari kesalahan terkait defisit APBN yang diisukan melebihi 3 persen dari PDB akibat program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menyebut isu penurunan peringkat utang Indonesia turut memicu kekhawatiran.
"Jadi kalau saya pikir ini adalah misconception dari market atau analis yang menganggap kita menjalankan fiskal dengan jelek atau Pak Prabowo menjalankan kebijakan fiskal tidak hati-hati," kata Purbaya.
Purbaya menegaskan Presiden Prabowo berkomitmen menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen.
Untuk tahun depan, pemerintah menargetkan defisit kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen dari PDB melalui kebijakan fiskal yang hati-hati.
>>> Aktor James Handy Tewas Ditikam di Rumahnya di California
"Kami tahu apa yang kami kerjakan, harusnya kalau kita bereskan rupiahnya kan karena mulanya dari sini [market], tapi enggak sekarang gara-gara rupiah bisa keganggu jadi terbolak-balik.
Emang ada sentimen negatif di pasar yang harus kita perbaiki," ungkapnya.
Menteri Keuangan menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik. Berbagai kebijakan dijaga secara fleksibel agar respons terhadap masalah dapat berjalan cepat.
Tekanan pasar terlihat dari data Bursa Efek Indonesia yang mencatat aksi jual bersih investor asing mencapai sekitar Rp1,27 triliun pada perdagangan Kamis (4/6/2026).
Aksi jual berskala besar sejak awal tahun itu berdampak pada penurunan IHSG sebesar 1,7 persen ke level 5.839 pada perdagangan kemarin.
>>> BRI Perkuat Green Action dengan Kelola Sampah Plastik Lewat RVM
Kondisi pasar saham kian tertekan seiring depresiasi rupiah yang terus berlanjut hingga menembus level Rp18.020 per dolar AS.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






