Son Heung-min Isyaratkan Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhirnya
"Mereka membuat saya bangga menjadi orang Korea dan pemain tim nasional Korea. Itu sangat berarti bagi saya," lanjutnya.
Target di Piala Dunia 2026
Son berharap Taegeuk Warriors bisa mengulang momen bersejarah menembus semifinal Piala Dunia 2002.
Pelatih saat ini, Hong Myung-bo, memimpin tim pada turnamen tersebut.
"Pelatih kami mencapai sesuatu yang luar biasa pada Piala Dunia 2002," ujar Son.
>>> Julian Alvarez Tegaskan Argentina Incar Gelar Juara di Piala Dunia 2026
Ia menegaskan ambisi besarnya untuk membawa generasi saat ini menapakkan kaki di fase yang sama pada turnamen di Amerika Utara nanti.
"Saya ingin menjalani perjalanan serupa bersama rekan-rekan setim saya. Mimpi terbesar saya adalah mengulang perjalanan luar biasa itu di Amerika Serikat," lanjutnya.
Meskipun berhasil menembus babak gugur pada Piala Dunia 2022, Son mengingatkan bahwa keberhasilan di fase dunia membutuhkan sinergi total dari seluruh masyarakat.
"Saya tidak berpikir itu bisa dilakukan hanya oleh tim saja. Semua harus bersatu.
Dukungan rakyat Korea memberi kekuatan besar kepada para pemain," ujarnya.
Ia menitipkan pesan agar para pendukung terus memberikan energi positif demi kelancaran perjuangan tim nasional.
"Ini bisa menjadi Piala Dunia terakhir saya. Saya berharap bisa menjalani perjalanan yang indah.
Jika para suporter terus mendukung kami dengan penuh semangat dan selalu berada di belakang kami, maka saya akan memimpin pemain dari depan dan kami akan menghadapi Piala Dunia tanpa rasa takut," ungkap Son.
Sebagai bintang utama sepak bola negaranya, Son tidak merasa terbebani oleh ekspektasi tinggi publik.
"Saya tidak pernah menganggapnya sebagai beban.
Saya selalu berpikir bahwa saya adalah seseorang yang bisa membawa kebahagiaan bagi banyak orang, jadi saya tetap rendah hati dan selalu memberikan yang terbaik," ujarnya.
Ia merefleksikan perjalanan kariernya yang sempat terpukul oleh kekalahan telak dari Aljazair saat masih berstatus pemain termuda di skuad 2014.
"Saya pikir Piala Dunia 2014 mengubah saya karena saat itu saya adalah pemain termuda di tim. Kekalahan melawan Aljazair sangat menyakitkan.
Saat itu saya sadar masih banyak kekurangan dan begitu banyak pemain hebat di dunia," ujarnya.
Modal utama yang akan diusung Korea Selatan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko adalah identitas semangat juang atau tuhon.
>>> Spurs Imbangi Thunder 2-2 di Final Wilayah Barat NBA
"Keterampilan teknik dan fisik memang penting, tetapi momen ketika kami paling bersinar adalah saat semangat juang itu terlihat paling kuat," ujarnya.
Update Terbaru
Lamine Yamal Tampil Lawan Austria? Status Bintang Spanyol di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 00:27 WIB
St. John's Kehilangan Donnie Freeman karena Cedera Achilles
Jumat / 03-07-2026, 00:26 WIB
Indonesia Modernisasi 4.582 Kapal Ikan untuk Tingkatkan Produksi
Jumat / 03-07-2026, 00:26 WIB
Live Streaming Proses Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di MSG
Jumat / 03-07-2026, 00:26 WIB
Polisi Berjaga di Apartemen Taylor Swift Jelang Pernikahan di MSG
Jumat / 03-07-2026, 00:26 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Donasikan Rp26 Miliar untuk Amal Sebelum Pernikahan
Jumat / 03-07-2026, 00:26 WIB
Weston McKennie Putar Lagu Ella Langley di Bus Tim Usai Kemenangan Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 00:25 WIB
Pacar Courtney Clenney Ternyata Buronan Kasus Kekejaman pada Hewan
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Lil Wayne Hadiri Pesta Putih Michael Rubin Setelah Batal Konser di Maine
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Taylor Frankie Paul: Mantan Suami Ajukan Bukti Baru dalam Gugatan TRO
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Moussa Niakhate Sesali Kelengahan Lima Menit yang Hancurkan Mimpi Senegal
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Penampakan Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Pelatih Timnas Voli U-18 Indonesia Puas Usai Kalahkan Iran di AVC U-18
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
PKB Ancam Sanksi Tegas Kader Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB






