Timnas RD Kongo Wajib Isolasi 21 Hari Jelang Piala Dunia 2026
Republik Demokratik Kongo menghadapi kendala besar jelang Piala Dunia 2026. Tim berjuluk The Leopards itu untuk sementara tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Seluruh pemain dan staf timnas diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 21 hari. Kebijakan ini diterapkan oleh CDC Amerika Serikat.
>>> Premier League Pertimbangkan Jeda Minum Mendadak di Pekan Terakhir
Langkah pencegahan ketat diberlakukan akibat merebaknya kembali wabah Ebola varian Bundibugyo di Kongo. Hingga saat ini, tercatat sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian terkait wabah tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menaikkan status risiko di Kongo menjadi sangat tinggi. Akibatnya, sejumlah agenda resmi di ibu kota Kinshasa dibatalkan.
Acara pelepasan timnas bersama Presiden Felix Tshisekedi dan sesi latihan terbuka untuk publik tidak bisa dilaksanakan.
Tim asuhan Sebastien Desabre kini menjalani pemusatan latihan sekaligus masa isolasi di Belgia.
Pemerintah AS Tidak Beri Kelonggaran
Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan tidak akan ada pengecualian.
"Kami sudah sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas gelembung isolasi itu selama 21 hari sebelum bisa datang ke Houston pada 11 Juni," kata Giuliani kepada ESPN.
"Kami juga sudah menegaskan kepada pemerintah Kongo bahwa mereka harus mempertahankan gelembung tersebut atau berisiko tidak bisa bepergian ke Amerika Serikat.
Kami tidak bisa lebih jelas lagi," ujarnya.
>>> Manchester United Tawarkan Joshua Zirkzee ke Juventus dan AS Roma
Giuliani menambahkan, "Kami ingin memastikan tidak ada apa pun yang masuk atau mendekati perbatasan kami terkait situasi ini."
Akibat prosedur karantina, rombongan tim kemungkinan baru tiba di Houston pada 11 Juni 2026. Waktu tersebut hanya berselisih enam hari sebelum pertandingan pertama melawan Portugal.
Update Terbaru
BNI Perkuat Transformasi Budaya Layanan Lewat Program CX100 Danantara
Kamis / 02-07-2026, 21:47 WIB
OJK Resmi Beri Izin Usaha PT Bandar Gadai Perkasa di Deli Serdang
Kamis / 02-07-2026, 21:46 WIB
Purbaya Akui APBN 2025 Menantang, Banyak Target Tak Tercapai
Kamis / 02-07-2026, 21:46 WIB
PLN Akui Program Listrik Desa 2025 Belum Tuntas, 83 Lokasi Masih Dikerjakan
Kamis / 02-07-2026, 21:46 WIB
Asus Luncurkan SSD Portabel Dual Port dengan Kecepatan 500MB/s dan Kapasitas hingga 1TB
Kamis / 02-07-2026, 21:46 WIB
Galaxy A18 5G Beralih ke Snapdragon, Varian 4G Tetap Pakai MediaTek
Kamis / 02-07-2026, 21:46 WIB
Viral Huening Bahiyyih Naik Ojol di Bali, Netizen Iri dengan Sopir
Kamis / 02-07-2026, 21:46 WIB
Chile Perkuat Kedaulatan Maritim dengan WAAM 3D Printing
Kamis / 02-07-2026, 21:45 WIB
Strategi Corporate Real Estate Jadi Kunci Ekspansi Global Perusahaan Tiongkok
Kamis / 02-07-2026, 21:15 WIB
7 Produk Meta yang Super Canggih dan Jarang Diketahui Publik
Kamis / 02-07-2026, 21:15 WIB
Daloha Beach & Dive Resort Morotai: Sinema Alam dari Fajar hingga Senja
Kamis / 02-07-2026, 21:15 WIB
Standardisasi, SDM, dan Promosi Global Jadi Kunci Kemajuan Desa Wisata
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
KLH: Kualitas Udara TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat Akibat Kebakaran
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB
Daftar Wilayah Bisa Saksikan Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini
Kamis / 02-07-2026, 21:14 WIB






