Survei Deloitte: Penggunaan AI di Kalangan Milenial dan Gen Z Melonjak Tajam
Dalam laporan tahun ini, Deloitte menyoroti bagaimana tekanan ekonomi, perubahan pola kerja, serta perkembangan teknologi seperti AI membentuk cara Gen Z dan milenial mengambil keputusan.
Deloitte menyebut generasi muda saat ini tumbuh di tengah berbagai disrupsi global, mulai dari tekanan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, hingga percepatan perkembangan teknologi.
Kondisi tersebut memengaruhi cara mereka memandang stabilitas, keseimbangan hidup, kepemimpinan, serta pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam karier.
Keterampilan yang Paling Dibutuhkan
Deloitte menilai kemampuan beradaptasi kini menjadi strategi karier utama bagi Gen Z dan milenial.
Perubahan dunia kerja yang cepat membuat generasi muda terus berupaya memperbarui keterampilan mereka, termasuk dalam penggunaan AI.
Laporan itu menyebut kedua generasi memandang kemampuan seperti etos kerja, kolaborasi, empati, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan komunikasi sebagai keterampilan inti yang mereka miliki.
Namun, mereka juga ingin terus mengembangkan keterampilan baru yang menggabungkan kemampuan manusia dan teknologi.
Di kalangan Gen Z, keterampilan yang paling ingin dikembangkan adalah kemampuan berbicara di depan umum sebesar 41 persen, disusul kepemimpinan, literasi AI, kemampuan komunikasi, dan kreativitas yang masing-masing mencapai 37 persen.
Sementara itu, di kelompok milenial, kemampuan yang paling ingin dikembangkan adalah literasi AI sebesar 42 persen.
Setelah itu, kemampuan berbicara di depan umum sebesar 36 persen, literasi digital dan teknologi informasi sebesar 35 persen, kemampuan komunikasi sebesar 35 persen, serta kepemimpinan sebesar 34 persen.
Chief People Officer Eightfold AI Meghna Punhani mengatakan keterampilan yang paling penting di masa depan adalah rasa ingin tahu dan kemampuan untuk terus belajar.
"Keterampilan yang paling penting untuk masa depan adalah rasa ingin tahu, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan kelincahan untuk terus belajar.
Ini tentang dorongan untuk memecahkan masalah, menghubungkan berbagai hal, dan berkolaborasi secara efektif," ujar Punhani.
>>> Iko Uwais dan Joe Taslim Bawa Aksi Laga Indonesia ke Cannes 2026
Ia menambahkan, kekuatan kognitif, kecerdasan emosional, rasa ingin tahu, dan pola pikir pembelajar berkelanjutan akan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pekerja di masa depan.
Update Terbaru
Takushi Koide Bawa Nuansa 90-an di Goodbye, Lara dengan Garis Tebal dan Animasi Gambar Tangan
Jumat / 03-07-2026, 08:46 WIB
Kodansha USA Umumkan Rilis Cetak Phoenix, Witch Hat Atelier, dan Belasan Manga Lain
Jumat / 03-07-2026, 08:46 WIB
Jordan Walker Pukul Three-Run Homer, Akhiri 17 Pertandingan Tanpa Home Run
Jumat / 03-07-2026, 08:46 WIB
The Onion Luncurkan Parodi Infowars, Donasikan Pendapatan untuk Keluarga Sandy Hook
Jumat / 03-07-2026, 08:43 WIB
Mantan Linebacker NFL Keith Mitchell Meninggal di Usia 51 Tahun
Jumat / 03-07-2026, 08:43 WIB
Platform Streaming Besar Rilis Film dan Serial yang Sangat Dinanti
Jumat / 03-07-2026, 08:43 WIB
Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Pemain Tertua di Fase Gugur Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 08:42 WIB
Georgina Rodriguez Bersiap Menikah dengan Cristiano Ronaldo
Jumat / 03-07-2026, 08:42 WIB
Rockstar Games Rilis Update Besar GTA Online untuk Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 08:42 WIB
Transformasi BUMN: Restrukturisasi dan Integrasi Dorong Kinerja Positif
Jumat / 03-07-2026, 08:42 WIB
Pegadaian dan Unand Serahkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami ke Pemkot Padang
Jumat / 03-07-2026, 08:41 WIB
25 Contoh Soal Pilihan Ganda Teks Laporan Hasil Observasi Kelas 8 SMP dan Jawabannya
Jumat / 03-07-2026, 08:41 WIB
10 Ide Judul Teks Laporan Hasil Observasi untuk Tugas Sekolah
Jumat / 03-07-2026, 08:41 WIB
Pulisis: Balogun Tak Layak Dapat Kartu Merah
Jumat / 03-07-2026, 08:36 WIB






