Profil Agrapinus Rumatora Alias Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Meninggal Dunia Usai Ditikam OTK di Bandara Langgur: Umur, Agama dan IG
Golkar-Instagram-
Profil Agrapinus Rumatora Alias Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Meninggal Dunia Usai Ditikam OTK di Bandara Langgur: Umur, Agama dan IG
Kedatangan Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, di Bandara Langgur berakhir tragis. Ia menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal sesaat setelah tiba dari Jakarta pada Minggu, 19 April 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di area sekitar bandara ketika korban baru keluar dari lokasi kedatangan. Situasi mendadak berubah mencekam saat pelaku mendekati korban dan langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam.
Kronologi Penyerangan di Area Bandara
Informasi yang beredar menyebutkan pelaku sempat berada di sekitar lokasi sebelum mendekati Nus Kei. Tanpa banyak interaksi, serangan terjadi secara cepat dan mengejutkan.
Korban tiba di Bandara Langgur dari Jakarta
Pelaku mendekat di area kedatangan
Serangan dilakukan menggunakan senjata tajam
Korban tersungkur dalam kondisi kritis
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berusaha memberikan pertolongan. Dalam rekaman video yang beredar, korban terlihat tergeletak mengenakan kaus biru dengan luka serius.
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil.
Seorang warga menyebut korban sempat dibawa ke RSUD sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Agenda Partai dan Latar Belakang Kedatangan
Kehadiran Nus Kei di Langgur diketahui berkaitan dengan agenda internal Partai Golkar. Ia dijadwalkan mengikuti persiapan Musyawarah Daerah Partai Golkar Maluku yang akan digelar dalam waktu dekat.
Kabar duka ini mengejutkan banyak kalangan, mengingat Nus Kei dikenal sebagai figur politik yang aktif dan memiliki pengaruh di Maluku Tenggara.
Penyelidikan Polisi Masih Berlangsung
Aparat kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Motif di balik penyerangan tersebut juga masih dalam proses penyelidikan.
Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi belum menyampaikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.