close ads x

Profil Ikrar Nusa Bhakti Akademisi dan Mantan Dubes yang Berdebat dengan Permadi Arya

Profil Ikrar Nusa Bhakti Akademisi dan Mantan Dubes yang Berdebat dengan Permadi Arya

Ikrar-Instagram-

Sosok Ikrar Nusa Bhakti menjadi sorotan publik setelah terlibat perdebatan sengit dengan Permadi Arya atau Abu Janda dalam sebuah program diskusi televisi.

Forum tersebut mengangkat tema mengenai dinamika konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang tengah menjadi perhatian internasional.



Dalam diskusi itu, pernyataan Ikrar yang menilai Amerika Serikat bukan negara yang sepenuhnya baik memicu reaksi keras dari Abu Janda.

Perdebatan pun memanas setelah Abu Janda melontarkan kata-kata bernada kasar karena tidak sepakat dengan pandangan tersebut.

Akademisi dengan Rekam Jejak Panjang

Ikrar Nusa Bhakti dikenal sebagai akademisi sekaligus peneliti politik Indonesia yang telah lama berkecimpung dalam kajian strategis dan riset politik.


Ia lahir di Jakarta pada 27 Oktober 1957 dan selama kariernya aktif menelaah berbagai persoalan politik nasional maupun internasional.

Di lingkungan penelitian nasional, Ikrar pernah menyandang jabatan Profesor Riset pada Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Ia juga pernah memimpin lembaga tersebut sebagai Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI.

Fokus Kajian Politik dan Hubungan Sipil-Militer

Sejumlah penelitian yang digarap Ikrar banyak menyoroti dinamika kekuasaan di Indonesia, khususnya relasi antara militer dan pemerintahan sipil.

Selain itu, ia turut mengkaji proses demokratisasi Indonesia setelah era reformasi serta perubahan struktur politik nasional.

Kontribusi akademiknya kerap menjadi rujukan dalam memahami perkembangan politik Indonesia modern.

Pernah Menjadi Duta Besar RI untuk Tunisia

Tidak hanya aktif di dunia akademik, Ikrar juga pernah menjalankan tugas diplomatik sebagai perwakilan Indonesia di luar negeri.

Pemerintah menunjuknya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia pada periode 2017 hingga 2021.

Penugasan tersebut memperluas pengalamannya dalam membaca dinamika politik global, terutama di kawasan Timur Tengah.

Perspektif tersebut kemudian turut memengaruhi pandangannya terhadap berbagai konflik internasional, termasuk isu Palestina dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga stabilitas global.

Baca juga: LINK Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Warganet Diingatkan Waspada Link Phishing

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya