Harga Emas Antam Turun Rp 77.000 per Gram pada 4 Maret 2026
Emas Antam--
Emas Lebih Ideal untuk Investasi Jangka Panjang
Lebarnya spread membuat emas batangan lebih sesuai sebagai instrumen investasi jangka panjang. Kenaikan harga dalam horizon waktu panjang diharapkan mampu menutup selisih tersebut sekaligus menghasilkan keuntungan.
Tanpa memperhitungkan perbedaan harga jual dan buyback, perhitungan potensi laba bisa meleset. Karena itu, investor perlu mencermati dua acuan harga tersebut sebelum mengambil keputusan.
Simulasi Potensi Untung dan Rugi
Berikut ilustrasi perhitungan jika emas dijual pada harga buyback hari ini dibandingkan harga beli pada beberapa periode sebelumnya:
- Beli 25 Februari 2026 di Rp 3.023.000 per gram: -7,58% (rugi)
- Beli 4 Februari 2026 di Rp 2.973.000 per gram: -6,02% (rugi)
- Beli 4 Desember 2025 di Rp 2.406.000 per gram: 16,13% (untung)
- Beli 4 September 2025 di Rp 2.044.000 per gram: 36,69% (untung)
- Beli 4 Juni 2025 di Rp 1.924.000 per gram: 45,22% (untung)
- Beli 4 Maret 2025 di Rp 1.704.000 per gram: 63,97% (untung)
- Beli 4 Desember 2024 di Rp 1.513.000 per gram: 84,67% (untung)
- Beli 4 September 2024 di Rp 1.406.000 per gram: 98,72% (untung)
- Beli 4 Juni 2024 di Rp 1.349.000 per gram: 107,12% (untung)
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa emas memberikan hasil signifikan dalam periode menengah hingga panjang, sementara dalam jangka pendek masih berpotensi mengalami tekanan akibat fluktuasi harga dan selisih spread.