NO SENSOR! Link Chindo Adidas Viral Picu Perburuan Video 8 Detik dan Ancaman Phishing
Ilustrasi video --
Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya video singkat yang dijuluki “Chindo Adidas”. Klip berdurasi sekitar 5 hingga 8 detik itu menyebar cepat di TikTok dan memicu lonjakan pencarian di berbagai platform berbagi video.
Rekaman tersebut menampilkan seorang gadis berparas oriental dengan rambut dikuncir ekor kuda dan poni belah tengah. Ia mengenakan jaket olahraga hitam merek Adidas dengan tiga garis putih di bagian lengan serta celana pendek olahraga berwarna senada.
Cuplikan Singkat yang Memancing Rasa Ingin Tahu
Pada bagian awal, gadis itu berdiri menghadap kamera sambil memegang selembar kertas berwarna kekuningan dengan tulisan yang tidak terbaca jelas. Beberapa detik kemudian, kertas tersebut diturunkan dan ia kembali menatap ke arah kamera.
Perhatian warganet tertuju pada momen ketika ia memegang resleting jaket yang tertutup hingga leher lalu menariknya perlahan ke bawah. Ekspresinya tetap datar tanpa perubahan mimik. Tepat setelah adegan tersebut, video terpotong, sehingga memicu rasa penasaran publik.
Algoritma dan Efek Misterius
Penyebaran video berlangsung cepat, didorong karakter konten singkat yang mudah masuk ke beranda pengguna. Unsur misterius serta tidak adanya kelanjutan adegan membuat banyak orang berupaya mencari versi lengkapnya.
Sejumlah akun memanfaatkan tren itu dengan mengunggah ulang potongan video serupa dan menambahkan keterangan seperti “link full video di bio” atau ajakan serupa untuk mengakses tautan tertentu.
Risiko Tautan Palsu Mengintai
Di balik viralitas tersebut, pakar keamanan digital mengingatkan adanya potensi ancaman siber. Banyak tautan yang mengklaim sebagai akses video lengkap justru mengarah ke situs berbahaya.
- Phishing: halaman palsu untuk mencuri data pribadi seperti username dan kata sandi.
- Malware: unduhan tersembunyi yang dapat merusak perangkat atau mengambil data tanpa izin.
- Situs judi ilegal: memanfaatkan rasa penasaran pengguna demi meningkatkan trafik.
- Konten dewasa: mengarahkan ke laman yang tidak sesuai atau tidak diinginkan.
Modus semacam ini bukan hal baru. Pola ajakan “klik link di bio” kerap dipakai dalam penipuan digital dan kembali marak setiap kali muncul tren viral.