Link Video 13 Menit Dikaitkan Mahasiswi KKN Viral, Kampus Pastikan Bukan Mahasiswa Unram
Video--
Tautan video berdurasi sekitar 13 menit kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah dikaitkan dengan narasi mahasiswi KKN dan kemasan minuman Teh Pucuk Harum. Sejak pagi, kata kunci terkait video tersebut melonjak di berbagai platform pencarian.
Sejumlah akun di TikTok dan aplikasi pesan instan membagikan potongan klip yang memperlihatkan dua orang berada di dalam kamar. Dalam cuplikan itu tampak botol minuman kemasan, yang kemudian memicu spekulasi dan penyebutan istilah tertentu di kalangan warganet.
Video tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Nusa Tenggara Barat. Narasi itu menyebar luas meski belum ada verifikasi resmi mengenai lokasi maupun identitas pemeran.
Dalam potongan yang beredar, seorang pria terlihat menuangkan minuman ke dalam gelas kecil dan memberikannya kepada perempuan di sampingnya. Rekaman kemudian terhenti tanpa penjelasan lanjutan, sehingga konteks utuh tidak diketahui.
Berbagai tautan yang mengklaim memuat versi lengkap video ikut tersebar. Namun, sebagian di antaranya dilaporkan tidak mengarah ke konten asli, melainkan ke laman tidak dikenal yang meminta data pribadi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi penipuan digital.
Universitas Mataram memberikan klarifikasi melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Pihak kampus menegaskan bahwa pemeran dalam video bukan mahasiswa mereka.
“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video itu bukan mahasiswa Unram. Video tersebut sudah ada sejak September 2025 dan kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” demikian keterangan resmi yang disampaikan perwakilan kampus.
Klarifikasi tersebut juga menepis tudingan yang sempat mengarah kepada salah satu mahasiswi karena kemiripan fisik. Pihak kampus menyebut suara dalam rekaman tidak menunjukkan ciri dialek NTB.
Mahasiswi yang namanya ikut disebut turut membantah keterlibatan dalam video tersebut dan meminta publik menghentikan penyebaran identitas pribadinya.
Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan video dengan kegiatan mahasiswa KKN. Aparat dan pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak mudah membagikan tautan yang belum jelas sumbernya serta lebih berhati-hati terhadap potensi penipuan daring.