Cilor Viral Jadi Trending Topic di X Usai Knetz Tuding Konten Kreator Indonesia Lakukan Pelecehan
WhatsApp-LoboStudioHamburg/pixabay-
Reaksi Netizen Indonesia
Tudingan tersebut memantik gelombang reaksi dari warganet Indonesia. Banyak yang menilai terjadi kesalahpahaman bahasa sekaligus penyebaran informasi keliru.
- Sejumlah akun menjelaskan bahwa menawarkan makanan dalam budaya Indonesia bukanlah isyarat seksual.
- Ada pula yang meminta maaf jika aksi perekaman dianggap tidak nyaman, namun membantah adanya unsur pelecehan dalam kalimat tersebut.
- Beberapa warganet menyebut tudingan itu sebagai hoaks.
Salah satu akun menuliskan, “In Indonesian culture, offering food isn’t used as a sexual implication. It’s closer to comforting someone.. like giving a snack to a child who’s upset. Cilor is simply a comfort snack, basically a way to calm a misunderstood buddy.”
Akun lain menyatakan, “Saya akan minta maaf atas nama orang yang merekam diam-diam tersebut (walaupun wajah mereka tak terlihat) namun kalimat cilor mau cilor tidak pernah digunakan untuk melecehkan. Kalimat tersebut digunakan untuk menggambarkan emosi malas menanggapi argumen yang tak berdasar.”
Perdebatan yang semula berkutat pada isu rasisme kini melebar menjadi polemik lintas budaya dan bahasa. Hingga kini, istilah cilor terus diperbincangkan di X seiring upaya warganet Indonesia meluruskan makna sebenarnya.