Viral Diduga Foto Mesra Pejabat AD dan Artis, Nama Davina Karamoy Ikut Terseret
foto--
Sebuah foto bernuansa gelap yang memperlihatkan pria memangku seorang wanita mendadak beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut memicu spekulasi setelah disertai keterangan bahwa pria dalam gambar disebut sebagai pejabat negara berinisial AD dari partai berwarna oranye.
Wajah perempuan dalam foto sengaja ditutup stiker. Namun narasi yang menyertai unggahan menyebut sosok itu sebagai artis, sehingga memancing berbagai dugaan dari warganet.
Bermula dari Unggahan Akun Gosip
Isu ini mencuat setelah sebuah akun gosip membagikan foto dengan keterangan provokatif. Dalam caption disebutkan informasi dan gambar berasal dari pihak yang mengaku sebagai istri sah.
Tanpa detail identitas yang jelas maupun bukti pendukung, unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar. Ribuan pengguna media sosial mencoba menebak siapa pria dan wanita dalam foto tersebut.
Nama Davina Karamoy Terseret
Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Davina Karamoy. Aktris tersebut belakangan memang pernah tampil bersama sejumlah tokoh publik, termasuk figur politik dari partai yang identik dengan warna oranye.
Spekulasi berkembang karena inisial AD dianggap mengarah pada tokoh tertentu. Namun hingga kini, tidak ada bukti konkret yang mengaitkan Davina maupun pejabat yang disebut-sebut dengan foto tersebut.
Beberapa nama lain juga ikut terseret dalam perbincangan, meski tidak memiliki keterkaitan langsung dengan unggahan awal.
Bahaya Spekulasi Tanpa Verifikasi
Foto yang beredar memiliki kualitas rendah dan tidak memperlihatkan wajah secara jelas. Tidak ada pernyataan resmi dari pihak mana pun terkait kebenaran gambar tersebut.
Di tengah derasnya komentar, sejumlah warganet mengingatkan pentingnya menahan diri sebelum menyimpulkan. Penyebutan nama tanpa dasar yang kuat berpotensi merugikan reputasi dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
Isu Politik Ikut Disorot
Penyebutan “partai oren” dalam unggahan turut memunculkan tafsir politik. Warna tersebut kerap diasosiasikan dengan Partai Golkar, namun tidak ada konfirmasi bahwa pejabat yang dimaksud benar-benar berasal dari partai tersebut.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada klarifikasi dari figur yang namanya terseret maupun dari partai yang disebut-sebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat berubah menjadi asumsi massal. Sikap bijak dan menunggu konfirmasi resmi menjadi langkah penting sebelum mempercayai atau menyebarkan kabar serupa.