LINK Video KKN Lombok 13 Menit Viral, Polisi Telusuri Asal dan Penyebarnya

LINK Video KKN Lombok 13 Menit Viral, Polisi Telusuri Asal dan Penyebarnya

Video--

Rekaman berdurasi sekitar 13 menit mendadak ramai dibicarakan di media sosial setelah dikaitkan dengan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Video tersebut disebut memperlihatkan adegan tak senonoh yang direkam di dalam kamar.

Penyebarannya berlangsung cepat melalui aplikasi perpesanan dan memicu lonjakan pencarian dengan kata kunci terkait “KKN Lombok 13 menit”. Situasi ini menimbulkan keprihatinan karena menyangkut dugaan pelanggaran privasi dan potensi tindak pidana.

Diduga Direkam Saat Program KKN



Informasi yang beredar menyebutkan pasangan dalam video merupakan mahasiswa yang sedang menjalani program KKN di salah satu desa di Lombok Timur. Mereka diketahui menyewa rumah warga sebagai posko selama masa pengabdian.

Kepala desa setempat membenarkan bahwa kedua mahasiswa tersebut pernah bertugas di wilayahnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui perihal video yang kini viral.

Program KKN kelompok itu disebut telah berakhir pada 5 Februari 2026, dan para mahasiswa telah kembali ke kampus asal masing-masing.

Polres Lombok Timur Lakukan Penelusuran


Kepolisian Resor Lombok Timur menyatakan tengah melakukan pengecekan awal terkait kebenaran informasi tersebut. Aparat berupaya memastikan lokasi perekaman, waktu kejadian, serta pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman.

Penyebaran konten asusila melalui media elektronik dapat dijerat ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman mencakup pidana penjara dan denda bagi pihak yang terbukti menyebarluaskan.

Respons Publik dan Imbauan Bijak

Peristiwa ini memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian mengecam dugaan tindakan yang dilakukan, sementara lainnya mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan konten tersebut.

Sejumlah penggiat literasi digital menekankan bahwa membagikan ulang video sensitif, meski hanya untuk memastikan kebenarannya, tetap berisiko melanggar hukum.

Risiko Mencari dan Membagikan Tautan

Mencari atau membagikan tautan video yang tengah viral bukan tanpa konsekuensi. Selain potensi pelanggaran hukum, tautan tidak resmi kerap disisipi malware atau upaya pencurian data.

Penyebaran masif juga dapat memperparah dampak psikologis bagi pihak yang terlibat. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan tidak terpancing rasa penasaran semata.

Proses Investigasi Berjalan

Hingga awal pekan ini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas kampus asal mahasiswa yang diduga terlibat. Aparat masih melakukan penelusuran digital untuk melacak sumber awal penyebaran.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika bermedia sosial dan tanggung jawab digital. Viral di internet bukan alasan untuk mengabaikan hukum maupun hak privasi seseorang.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya