Isu Link Nay TikTok 5 Menit Viral Lagi, Publik Diingatkan Waspada Phishing
Video--
Jakarta — Nama Nay TikTok kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul klaim beredarnya video pribadi berdurasi lima menit. Isu tersebut cepat menyebar dan memicu lonjakan pencarian di berbagai platform.
Kata kunci seperti “Nay TikTok 5 menit” hingga “Nay TikTok blunder” ramai digunakan warganet. Namun hingga kini, identitas asli sosok yang disebut Nay belum dapat dipastikan secara jelas.
Kronologi Isu Viral
Isu bermula dari unggahan sejumlah akun yang mengklaim terdapat rekaman privat yang tersebar. Beragam video kemudian muncul di hasil pencarian, menampilkan perempuan berambut panjang dengan ciri berbeda-beda.
Banyaknya akun yang mengunggah konten serupa membuat publik kesulitan membedakan mana akun asli dan mana yang sekadar memanfaatkan viralitas.
Sebagai kreator, sosok yang dikaitkan dengan nama Nay dikenal membuat konten hiburan seperti joget mengikuti tren dan parodi drama. Namun narasi yang berkembang di kolom komentar menyebut adanya rekaman yang tidak diperuntukkan untuk publik.
Situasi ini disebut-sebut bukan kali pertama, karena sebelumnya nama tersebut juga pernah terseret isu serupa.
Link Beredar dan Potensi Risiko
Seiring ramainya perbincangan, sejumlah akun menyebarkan tautan yang diklaim sebagai akses menuju video lengkap. Biasanya link ditempatkan di bio profil atau kolom komentar untuk menarik perhatian.
Konten kreator yang membahas keamanan digital melalui akun TikTok @biim___ mengingatkan bahaya di balik tautan viral tersebut.
“Hati-hati sekarang lagi nyebar, modus baru yang kelihatannya sepele tapi bisa bikin akun Google kamu hilang total, semua data mulai dari gmail, drive sampai foto pribadi bisa lenyap dalam hitungan detik,” ujarnya.
Ia menambahkan banyak korban tidak sadar telah terjebak karena rasa penasaran. “Cuman karena klik link dari video viral, biasanya ada video yang bikin penasaran banget, entah itu lucu, aneh atau katanya video yang dihapus dari TikTok,” katanya.
Menurutnya, pengguna kerap diarahkan ke halaman yang menyerupai laman unduhan atau login resmi. Setelah memasukkan data akun Google, akses bisa diambil alih oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Ancaman Phishing dan Malware
Selain pencurian data, sebagian tautan juga berujung pada promosi judi online atau laman yang berpotensi menyisipkan malware.
Publik diimbau untuk tidak mudah tergoda judul sensasional serta menghindari login pada situs yang tidak jelas keasliannya.
Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital. Menjaga keamanan data pribadi jauh lebih penting dibanding memenuhi rasa penasaran sesaat terhadap isu viral yang belum terverifikasi.