Link Video Gilcans Ambon 54 Detik Viral dan Picu Sorotan Warganet soal Sprei Hijau
Viral Video Coffee Shop 28 detik--
Nama Gilcans mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial setelah beredarnya potongan video berdurasi 54 detik yang dikaitkan dengan Ambon. Cuplikan tersebut menyebar cepat melalui TikTok, Facebook, hingga grup percakapan, memicu rasa penasaran warganet.
Sebelum isu ini mencuat ke tingkat nasional, Gilcans dikenal sebagai figur hiburan lokal. Ia kerap tampil dalam berbagai konten santai, termasuk podcast, serta aktif membangun citra sebagai seleb media sosial dengan gaya bicara terbuka.
Pengakuan Endorse yang Menarik Perhatian
Perhatian publik terhadap Gilcans semakin besar setelah kemunculannya dalam sebuah podcast yang diunggah akun babeeeproject. Dalam perbincangan tersebut, ia memaparkan pengalamannya menjalani kerja sama endorse.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, sistem pembayaran endorse disebut dihitung per menit. Ia mengungkapkan tarif yang bisa mencapai sekitar Rp1,5 juta per menit, sehingga konten promosi jarang dibuat dalam durasi panjang.
Pernyataan itu memicu beragam respons dan membuat aktivitas Gilcans sebagai figur media sosial semakin disorot.
Video 54 Detik dan Simbol Sprei Hijau
Isu kian melebar ketika potongan video yang kemudian dikenal dengan sebutan “54 detik” beredar luas. Video tersebut tidak pernah diunggah secara resmi di akun media sosial milik Gilcans.
Dalam perbincangan warganet, muncul istilah “sprei hijau” yang kemudian menjadi simbol dan bahan candaan. Sebutan itu berulang kali muncul di kolom komentar berbagai unggahan terkait.
Sejumlah akun menyebutkan bahwa rekaman lengkap beredar melalui pesan pribadi. Tak sedikit pula warganet yang secara terbuka meminta dikirimi video tersebut.
Figur Populer di Lingkungan Lokal
Mengacu pada diskusi di media sosial, Gilcans disebut berasal dari Ambon dan telah lama dikenal di lingkungan setempat. Sebagian warganet bahkan menyematkan julukan “primadona Ambon” karena gaya tampil dan keberaniannya di depan kamera.
Karakter tersebut membuatnya memiliki penggemar sekaligus pihak yang merasa terganggu. Kondisi itu kembali terlihat jelas setelah video 54 detik menjadi viral.
Respons Beragam dari Warganet
Kolom komentar dipenuhi reaksi yang beragam, mulai dari candaan, sindiran, hingga kritik keras. Sejumlah komentar menggunakan bahasa daerah, menandakan isu ini juga ramai dibahas di tingkat lokal.
Di tengah hujatan, muncul pula suara bernada reflektif. Beberapa warganet mengajak publik untuk tidak hanya mencela, melainkan mendoakan agar yang bersangkutan dapat memperbaiki diri.
Pandangan tersebut dinilai menjadi penyeimbang di tengah derasnya reaksi negatif yang bermunculan.
Dampak Viral terhadap Citra Publik
Viralnya video berdurasi singkat itu membawa dampak signifikan bagi citra Gilcans. Namanya semakin dikenal, namun bersamaan dengan itu muncul perdebatan mengenai batas privasi dan tanggung jawab figur publik.
Fenomena ini kembali menunjukkan betapa cepat persepsi publik dapat berubah di era digital, hanya dipicu oleh potongan video yang menyebar dalam waktu singkat.