Plenger Banget! Isi Klarifikasi BTR Rachel Soal Whip Pink dan Ungkap Sudah Mengenal Produk Itu Sejak di Bawah Umur
Btr rachel-Instagram-
Nama atlet Esport BTR Rachel kembali menjadi perhatian publik setelah muncul perbincangan soal kepemilikan tabung Whip Pink di tengah sorotan kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Isu tersebut mencuat setelah warganet menelusuri jejak digital Rachel di media sosial dan menemukan sebuah video lama yang menampilkan tabung nitrous oxide terpajang di kamar pribadinya.
Keberadaan tabung itu memicu spekulasi, lantaran produk tersebut lazimnya digunakan di dapur sebagai alat bantu memasak, bukan disimpan sebagai pajangan.
Klarifikasi Disampaikan Saat Live
Menanggapi polemik yang berkembang, Rachel Aseelah Hanafi memberikan penjelasan secara langsung saat melakukan siaran live di media sosial.
Atlet Esport kelahiran 2007 yang akrab disapa Acel itu membenarkan bahwa tabung Whip Pink tersebut memang miliknya dan sengaja diletakkan di rak kamar.
Ia mengaku tertarik memajang tabung tersebut semata karena desainnya yang dinilai menarik.
“Memang benar itu aku yang pajang, karena menurutku botolnya lucu,” ujarnya dalam siaran yang beredar, Sabtu, 7 Februari 2026.
Mengaku Sudah Mengenal Sejak Lama
Rachel menjelaskan bahwa video yang kembali viral itu merupakan rekaman lama yang dibuat sekitar tahun 2024.
Pada periode tersebut, ia mengaku sudah lama mengetahui produk Whip Pink, baik dari sisi merek maupun kegunaannya.
Menurut pengakuannya, saat itu zat nitrous oxide belum dianggap bermasalah dan bahkan dinilai sebagai hal yang lumrah di lingkungan pergaulannya.
“Aku sudah tahu produk itu dari lama banget, dan waktu itu belum dianggap sebagai drugs,” kata Rachel.
Ia juga menyebut bahwa pada masa tersebut belum pernah mendengar adanya kasus fatal yang dikaitkan dengan penggunaan produk sejenis.
Pernyataan Soal Risiko Jadi Sorotan
Dalam penjelasannya, Rachel turut menyampaikan pandangan pribadinya terkait tingkat bahaya nitrous oxide.
Ia menyebut belum menemukan efek samping yang dirasakannya saat itu, serta menyinggung status legal zat tersebut di beberapa negara.
“Waktu itu aku belum melihat efek sampingnya, bahkan sempat legal di beberapa negara,” ujarnya.
Rachel juga membandingkan zat tersebut dengan alkohol, yang menurut pandangannya justru memiliki dampak lebih berat.
Pernyataan ini kemudian menuai perhatian karena dinilai kurang tepat jika dibandingkan dengan fakta medis.