Yasmin Napper Kembali ke Layar Kaca Lewat Istiqomah Cinta di SCTV Ramadan 2026

Yasmin Napper Kembali ke Layar Kaca Lewat Istiqomah Cinta di SCTV Ramadan 2026

Istiqomah Cinta--

Aktris muda Yasmin Napper dipastikan kembali menyapa pemirsa televisi nasional melalui sinetron religi berjudul Istiqomah Cinta. Tayangan tersebut dijadwalkan hadir di SCTV selama bulan Ramadan 2026.

Pemeran berusia 22 tahun itu menegaskan tidak pernah membatasi diri pada satu medium akting. Baik film, serial, maupun sinetron, seluruh proyek dipandang sebagai ruang belajar yang menuntut komitmen penuh.



Menurut Yasmin, setiap peran membawa tantangan berbeda yang harus dijalani dengan kesungguhan. Prinsip tersebut juga ia terapkan dalam Istiqomah Cinta yang menjadi proyek terbarunya di layar kaca.

Tantangan Dialog dan Emosi yang Padat

Istiqomah Cinta mengusung alur cerita dengan konflik emosional yang cukup intens. Yasmin mengungkapkan, jumlah dialog dalam sinetron ini tergolong banyak dan membutuhkan konsentrasi ekstra.

Ia mengakui sempat mengalami kesulitan dalam proses pendalaman dialog. Selain hafalan, tuntutan emosi dalam setiap adegan juga menguras energi selama syuting berlangsung.


“Di sini dialognya banyak sekali, sempat ada momen aku lupa,” ujar Yasmin dalam perbincangan virtual bersama SCTV melalui siaran langsung di TikTok, Kamis, 5 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Yasmin tampil bersama para pemain lain untuk memperkenalkan karakter masing-masing sekaligus berbagi cerita di balik proses produksi.

Sinetron Religi Andalan Jelang Ramadan

Istiqomah Cinta disiapkan sebagai salah satu tayangan unggulan SCTV menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kehadiran sinetron ini menandai kembalinya Yasmin Napper ke layar kaca stasiun tersebut setelah cukup lama dinantikan penggemar.

Dalam sinetron ini, Yasmin akan beradu akting dengan sejumlah aktor dan aktris muda populer, di antaranya Arbani Yasiz, Cakrawala Airawan, dan Anjani Dina.

Kolaborasi para bintang muda tersebut diharapkan mampu menghadirkan kisah cinta sarat konflik yang dibalut nilai keistiqomahan. Cerita yang diangkat diklaim dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat selama bulan suci.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya