Makna Walawe dalam Bahasa Gaul dan Asal-Usul Walawe Hansen yang Viral di TikTok

Makna Walawe dalam Bahasa Gaul dan Asal-Usul Walawe Hansen yang Viral di TikTok

tanda tanya-geralt/pixabay-

Kata “walawe” belakangan ramai terdengar di linimasa media sosial, terutama TikTok. Istilah ini kerap muncul dalam video singkat, kolom komentar, hingga percakapan santai anak muda, meski banyak yang belum memahami arti dan asal-usulnya.

Popularitas “walawe” menandai bagaimana bahasa gaul terus berkembang mengikuti ritme budaya digital. Sebuah kata yang terdengar asing bisa dengan cepat menjadi ekspresi kolektif di ruang publik daring.

Makna Walawe dalam Percakapan Sehari-hari



Dalam bahasa Indonesia baku, “walawe” tidak tercatat memiliki arti khusus. Namun, di kalangan pengguna media sosial, kata ini dipakai sebagai ungkapan spontan untuk merespons sesuatu yang mengejutkan, mengagumkan, atau membingungkan.

Penggunaannya mirip dengan seruan emosional yang tidak selalu membutuhkan makna literal. Konteks percakapan justru menjadi penentu utama bagaimana kata ini dipahami.

Jejak Bahasa Cina di Balik Istilah Walawe Hansen

Penelusuran terhadap asal-usul “walawe” mengarah pada frasa “walawe hansen” yang juga sering terdengar di TikTok. Istilah ini disebut memiliki keterkaitan dengan bunyi dari karakter Cina 哇啦威 (wālāwēi).


Dalam bahasa asalnya, rangkaian bunyi tersebut tidak merujuk pada makna yang tegas. Namun, saat masuk ke ruang budaya digital Indonesia, pelafalannya mengalami pergeseran fungsi menjadi ekspresi gaul.

Peran Konten Kreator dalam Mempopulerkan Walawe

Viralnya istilah “walawe hansen” tidak lepas dari peran seorang konten kreator bernama Hansen. Dalam sejumlah unggahan videonya, ia kerap mengucapkan kata “walawe” hingga akhirnya ditiru oleh warganet.

Dari kebiasaan tersebut, istilah ini menyebar luas dan berubah menjadi bahasa gaul populer. Fenomena ini menunjukkan bagaimana satu gaya bicara dapat dengan cepat membentuk tren linguistik baru.

Walawe sebagai Bagian dari Meme dan Budaya Digital

Seiring popularitasnya meningkat, “walawe” tidak hanya diucapkan, tetapi juga diolah menjadi meme, teks humor, dan respons khas di media sosial. Kata ini digunakan secara fleksibel tanpa terikat pada satu situasi tertentu.

Keberadaannya memperlihatkan pola komunikasi generasi muda yang semakin mengandalkan ekspresi singkat, bunyi unik, dan konteks visual dalam menyampaikan reaksi.

Baca juga: Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3-8 Februari 2026

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya