Ajak Jamaah Menghidupkan Malam Nisfu Syaban! Inilah Naskah Khutbah Jumat 6 Februari 2026

Ajak Jamaah Menghidupkan Malam Nisfu Syaban! Inilah Naskah Khutbah Jumat 6 Februari 2026

masjid-pixabay-

Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum spiritual yang dinanti umat Islam. Pada tahun 1447 Hijriah, malam tersebut diperkirakan tiba pada Senin malam, 2 Februari 2026, dimulai sejak terbenamnya matahari.

Dalam tradisi keislaman, Nisfu Syaban dikenal sebagai malam penuh ampunan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, serta memohon keteguhan iman dan kelapangan rezeki.



Sejalan dengan itu, khutbah Jumat pada 30 Januari 2026 mengangkat tema menghidupkan malam Nisfu Syaban sebagai bekal spiritual menyongsong Ramadhan.

Khutbah Pertama

Khutbah diawali dengan puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Jamaah diajak memperkuat ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Ketakwaan ditegaskan sebagai ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menyebutkan bahwa manusia paling mulia adalah yang paling bertakwa.


Bulan Syaban dipaparkan sebagai bulan mulia yang menjadi pengantar menuju Ramadhan. Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan ini, melebihi bulan-bulan lain selain Ramadhan.

Dalam penjelasan khutbah, disebutkan bahwa pada bulan Syaban terdapat satu malam istimewa, yakni malam Nisfu Syaban, saat amal perbuatan dihadapkan kepada Allah SWT dan pintu ampunan dibuka luas.

Di tengah masyarakat Indonesia, malam Nisfu Syaban kerap dihidupkan dengan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali, disertai doa-doa khusus dengan niat panjang umur dalam ketaatan, kelapangan rezeki halal, serta wafat dalam keadaan beriman.

Jamaah diingatkan bahwa amalan tersebut dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri, sesuai dengan kondisi masing-masing, tanpa mengurangi nilai ibadahnya.

Khutbah juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Allah memberikan ampunan pada malam Nisfu Syaban kepada seluruh kaum muslimin, kecuali mereka yang berbuat syirik dan memelihara permusuhan.

Nilai Kebersamaan dalam Nisfu Syaban

Menghidupkan malam Nisfu Syaban tidak hanya berdimensi ibadah personal, tetapi juga memperkuat hubungan sosial. Tradisi doa bersama, zikir, dan shalat malam berjamaah menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan gotong royong seperti membersihkan masjid dan menyiapkan keperluan ibadah turut mencerminkan semangat tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Dalam khutbah disampaikan bahwa kepedulian sosial, termasuk bersedekah kepada kaum dhuafa, merupakan amalan yang dianjurkan di bulan Syaban sebagaimana dicontohkan oleh generasi awal umat Islam.

Khutbah pertama ditutup dengan ajakan menjadikan Nisfu Syaban sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, seraya memohon ampunan dan keberkahan hidup.

Baca juga: Jadwal Bioskop Trans TV  1- 8 Februari 2026

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya