Oknum Aparat TNI dan Polri Tuduh Pedagang Es Kue Jadul Gunakan Spons, Uji Laboratorium Nyatakan Aman
Gabus-Instagram-
Sebuah video yang menampilkan oknum aparat TNI dan Polri menuding pedagang es kue jadul menggunakan bahan berbahaya mendadak viral di media sosial. Tuduhan itu menuai sorotan publik karena dinilai merugikan pedagang kecil.
Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas sejak 26 Januari 2026. Rekaman itu memperlihatkan seorang anggota kepolisian bersama aparat TNI mendatangi penjual es kue keliling di kawasan Utan Panjang.
Tuduhan Bahan Spons dalam Es Kue Jadul
Dalam video, oknum aparat menyebut es kue jadul yang dijual pedagang bukan lagi dibuat dari bahan makanan biasa. Mereka menuding tekstur kue yang kenyal berasal dari bahan spons.
Oknum polisi bahkan menyampaikan peringatan kepada para orang tua agar berhati-hati memberikan jajanan tersebut kepada anak-anak. Ia menilai kue tersebut telah direkayasa dan berbahaya jika dikonsumsi.
Pedagang Dipaksa Mencicipi Dagangannya
Tindakan aparat menuai kecaman setelah video menunjukkan pedagang diminta memakan es kue yang telah diremas. Remasan tersebut dijadikan dasar tudingan karena kue dinilai tidak hancur layaknya spons.
Ucapan bernada intimidatif dalam video tersebut memperlihatkan pedagang berada dalam posisi tertekan, meski belum ada bukti ilmiah terkait tuduhan yang disampaikan.
Hasil Uji Laboratorium Bantah Tuduhan
Tudingan penggunaan spons akhirnya terbantahkan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium. Tim Dokkes melakukan pengujian menyeluruh terhadap sampel es kue yang dipermasalahkan.
Berdasarkan keterangan resmi, hasil uji menyatakan produk tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya. Tidak ditemukan unsur spons maupun busa dalam makanan tersebut.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan kepastian ilmiah sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat.
Baca juga: Jule Muncul di Live YouTube Bigmo dan Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik: Tetap Cancel Culture!