Kronologi Lengkap Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Jakarta Selatan
Lula-Instagram-
Selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Aparat kepolisian memaparkan rangkaian peristiwa sejak sehari sebelum korban ditemukan hingga proses penanganan jenazah.
Sempat Berobat Sehari Sebelumnya
Berdasarkan keterangan aparat, Lula diketahui sempat menjalani pengobatan pada malam sebelum peristiwa tersebut. Ia berobat dengan didampingi asisten pribadinya.
Informasi ini diperoleh dari pengakuan asisten rumah tangga yang bekerja di unit apartemen korban. Saat itu, ART berada di luar kamar, sementara Lula berada di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci.
Karena tidak mendapat respons, ART kemudian meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar. Kekhawatiran muncul lantaran kondisi kesehatan Lula diketahui sedang tidak prima.
Ditemukan Tak Bernyawa oleh Petugas Keamanan
Petugas keamanan apartemen menjadi pihak pertama yang menemukan Lula dalam kondisi meninggal dunia. Pemeriksaan dilakukan setelah adanya laporan dari ART yang tidak bisa menghubungi korban.
Saat ditemukan, kondisi tubuh Lula disebut sudah dalam keadaan kaku. Aparat memastikan korban telah meninggal dunia sebelum pintu kamar berhasil dibuka.
Polisi juga mengonfirmasi bahwa sebelum kejadian, Lula memang tengah mengalami gangguan kesehatan, meski tidak dirinci secara detail.
Jenazah Dibawa ke RS Fatmawati
Usai dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah Lula langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Petugas kepolisian turut melakukan olah tempat kejadian perkara di apartemen yang berlokasi di kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru.
Dari hasil pemeriksaan di unit apartemen, polisi menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan rumah sakit di dalam kamar korban.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Hasil pemeriksaan sementara memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Lula Lahfah.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telentang di atas kasur, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam, serta tertutup selimut.
Aparat menegaskan kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa ini.
Baca juga: Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Pelepasan Jenazah Korban ATR 42-500