Keutamaan Bulan Syaban yang Mulai Terlupakan Umat Islam Jelang Ramadhan! Berikut Teks Lengkap Khutbah Jumat, 23 Januari 2026

Keutamaan Bulan Syaban yang Mulai Terlupakan Umat Islam Jelang Ramadhan! Berikut Teks Lengkap Khutbah Jumat, 23 Januari 2026

masjid-pixabay-

Umat Islam telah memasuki bulan Syaban 1447 Hijriyah sejak Selasa, 20 Januari 2026. Bulan ini kerap luput dari perhatian, meski memiliki posisi penting sebagai penghubung antara Rajab dan Ramadhan.

Di tengah dominasi kalender Masehi dalam kehidupan sehari-hari, banyak umat yang tanpa sadar mulai melupakan ritme ibadah berdasarkan kalender Islam. Padahal, setiap bulan Hijriyah memiliki nilai spiritual dan keutamaan tersendiri yang saling berkesinambungan.

Syaban sebagai Bulan Persiapan Menuju Ramadhan



Syaban sering disebut sebagai bulan persiapan, fase merawat amalan sebelum memasuki Ramadhan. Setelah Rajab sebagai waktu menanam kebaikan, Syaban menjadi masa menyirami dan menjaga agar ibadah tetap hidup.

Ulama sufi Dzun Nun al-Mishri menggambarkan Rajab sebagai bulan menanam, Syaban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen. Setiap hamba akan menuai sesuai apa yang ia rawat sebelumnya.

Jika Syaban dilewati dengan kelalaian, maka Ramadhan berisiko dijalani tanpa semangat dan kesiapan ruhani. Inilah yang kerap terjadi ketika fokus ibadah hanya meningkat saat Ramadhan tiba.

Syaban dalam Teladan Rasulullah


Bulan Syaban mendapat perhatian khusus dari Rasulullah SAW. Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa beliau memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini melebihi bulan-bulan lain selain Ramadhan.

Sayyidah Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah hampir berpuasa penuh di bulan Syaban. Hal ini menunjukkan pentingnya bulan tersebut sebagai momentum peningkatan amal.

Dalam riwayat lain, Rasulullah menyebut Syaban sebagai bulan yang sering dilupakan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan inilah, amal-amal diangkat kepada Allah SWT.

Bulan yang Sering Terlupakan

Kelalaian terhadap Syaban bukan tanpa sebab. Rajab dikenal sebagai bulan haram yang dimuliakan, sementara Ramadhan adalah bulan utama yang dinanti-nantikan umat Islam.

Akibatnya, Syaban berada di posisi seolah kurang istimewa. Padahal, justru di saat banyak orang lengah, kesempatan meraih pahala besar terbuka lebih luas.

Rasulullah mencontohkan agar amal dilaporkan dalam keadaan terbaik, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah di bulan ini.

Menghidupkan Syaban dengan Ibadah

Mengisi Syaban tidak hanya dengan puasa sunnah, tetapi juga memperbanyak ibadah malam, doa, dan membaca Al-Qur’an. Waktu-waktu mustajab, seperti antara Maghrib dan Isya, menjadi momen penting untuk dihidupkan.

Ketika sebagian orang larut dalam hiburan, Syaban seharusnya menjadi waktu memperkuat hubungan dengan Allah dan membina keluarga melalui ibadah bersama.

Syaban juga melatih kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki Ramadhan, sehingga ibadah puasa dan amalan lainnya dapat dijalani dengan lebih ringan dan konsisten.

Baca juga: Cara Membuat Link Potong Harga 100 Perak TikTok Shop Babak 2

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya