Admin SMPN 214 Jakarta Tuai Kritik usai Unggahan Alhamdulillah Ramai di Tengah Kasus Bullying dan Pelecehan
Instagram--
Unggahan Admin Dinilai Tidak Sensitif
Dalam unggahan tersebut, admin akun sekolah terlihat menuliskan komentar bernada syukur dengan kalimat “Alhamdulillah ramai” saat akun resmi SMPN 214 Jakarta diserbu komentar.
Ungkapan itu dinilai warganet tidak pantas karena muncul di tengah sorotan serius terkait dugaan perundungan dan pelecehan terhadap siswa.
Akun @thepaparock menyampaikan kritik keras terhadap sikap admin sekolah yang dianggap tidak menunjukkan empati terhadap korban.
Ia juga mengaitkan persoalan ini dengan dampak serius bullying, termasuk kasus bunuh diri akibat perundungan yang pernah terjadi sebelumnya.
Respons Warganet dan Penutupan Kolom Komentar
Video unggahan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam reaksi dari pengguna Instagram.
- Sejumlah warganet mempertanyakan sensitivitas admin akun sekolah.
- Ada pula yang menilai sikap tersebut mencerminkan buruknya pengelolaan media sosial institusi pendidikan.
- Beberapa komentar menyebut tindakan admin justru memperkeruh situasi.
Di tengah derasnya kritik, kolom komentar akun Instagram @smpn.214.jakarta diketahui sempat ditutup.
Penutupan kolom komentar tersebut kembali memicu spekulasi dan kecaman dari warganet yang menilai sekolah menghindari tanggung jawab publik.