Masjid Agung Palembang Resmi Manfaatkan PLTS, Penghematan Listrik Capai Rp24 Juta per Tahun

Masjid Agung Palembang Resmi Manfaatkan PLTS, Penghematan Listrik Capai Rp24 Juta per Tahun

masjid-pixabay-

Baca juga: Jadwal Bioskop Trans TV  22 – 25 Januari 2026

Ratu Dewa menyampaikan bahwa Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan teladan bagi masyarakat.



Ia menilai pemanfaatan energi bersih di rumah ibadah sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan keseimbangan dan kepedulian terhadap alam. Menurutnya, masjid dapat menjadi contoh nyata penerapan energi terbarukan yang efisien.

Ratu Dewa juga menekankan bahwa pemasangan PLTS di masjid bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa energi bersih dapat diakses secara luas dan tidak bersifat eksklusif. Ia menyebut dampak kolektif akan terasa besar jika banyak masjid menerapkan konsep serupa.

Program PLTS ini mendapat dukungan dari Perumda Tirta Musi Palembang melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pemerintah kota memastikan akan terus mendorong penggunaan energi terbarukan untuk menekan emisi karbon dan menghadapi tantangan perubahan iklim.


Ratu Dewa berharap fasilitas PLTS tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi efisiensi energi, penghematan anggaran, maupun pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, M Azharuddin, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen BUMD dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Perumda Tirta Musi tidak hanya berfokus pada pelayanan air minum dan pengelolaan air limbah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pemasangan PLTS dinilai sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi bersih.

Masjid Agung dipilih karena memiliki nilai historis, religius, dan sosial yang tinggi serta menjadi simbol kebanggaan masyarakat Palembang. Azharuddin berharap langkah ini dapat menginspirasi fasilitas publik lain untuk mulai memanfaatkan energi ramah lingkungan.

Secara teknis, sistem panel surya yang terpasang memiliki kapasitas sekitar 18,6 kWp dan diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sekitar 24 hingga 25 MWh per tahun berdasarkan simulasi energi.

Dengan kapasitas tersebut, PLTS diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan listrik masjid, memberikan penghematan biaya yang signifikan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga puluhan ton karbon dioksida selama masa operasionalnya.

Peresmian PLTS di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo menjadi simbol transformasi Palembang menuju kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMD ini diharapkan mendorong lebih banyak rumah ibadah dan fasilitas publik beralih ke energi bersih.

Masjid Agung Palembang kini tidak hanya berperan sebagai pusat spiritual, tetapi juga menjadi pelopor pemanfaatan energi terbarukan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya