Gaya Raw Buka Peluang FYP bagi Introvert! Inilah Tren Konten Media Sosial 2026 Diprediksi Berubah

Gaya Raw Buka Peluang FYP bagi Introvert! Inilah Tren Konten Media Sosial 2026 Diprediksi Berubah

tiktok-amrothman/pixabay-

Tahun 2026 diperkirakan menjadi titik balik arah industri konten digital di media sosial.

Konten dengan tampilan mentah, minim polesan, dan terasa autentik disebut akan menggantikan dominasi visual rapi serta editing halus yang selama ini populer.



Prediksi tersebut disampaikan oleh kreator TikTok, Victoria Wong, yang menilai bahwa konten bergaya raw dengan pendekatan sudut pandang atau point of view akan menjadi salah satu pendorong utama masuk FYP pada tahun mendatang.

Dalam beberapa tahun terakhir, audiens mulai menunjukkan kejenuhan terhadap konten yang terlalu sempurna dan terlihat dibuat-buat.

Sebuah survei mencatat, sebanyak 86 persen audiens lebih tertarik pada kreator atau merek yang dinilai jujur, natural, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.


Kondisi ini menegaskan bahwa keaslian kini berfungsi bukan hanya sebagai gaya visual, tetapi juga alat membangun kepercayaan sekaligus pembeda di tengah persaingan platform yang semakin ketat.

Beragam format yang sebelumnya dianggap kurang layak tayang justru mulai mendapat perhatian.

Mini drama berdurasi singkat dengan tempo cepat, video handheld yang tidak stabil, audio yang bocor, hingga ekspresi canggung ala introvert kini dinilai memiliki daya tarik karena terasa dekat dan membumi.

Fenomena tersebut membuka peluang besar bagi kreator yang selama ini merasa tidak cocok tampil di depan kamera, termasuk kalangan introvert.

Format POV menjadi elemen kunci dalam tren ini karena membuat penonton seolah terlibat langsung di dalam cerita.

Penggunaan editing cut to cut yang cepat tanpa banyak jeda menciptakan alur intens dan menjaga perhatian audiens.

Menurut Victoria Wong, karakter menjadi faktor paling menentukan dalam potensi viral sebuah konten.

Semakin unik dan mudah dipahami oleh penonton, semakin besar peluang konten tersebut menjangkau audiens luas.

Baca juga: Profil Tampang Rylan Henry Pribadi Cucu Pendiri Napan Group yang Meningga Dunia akibat Kecelakaan Ski di Jepang: Umur, Agama dan Akun IG

Ia mencontohkan sejumlah karakter dan premis yang dinilai berpotensi naik, seperti introvert yang terpaksa bersosialisasi demi karier, Gen Z yang enggan berjualan dengan gaya sales konvensional, hingga dosen atau kepala keluarga yang tetap rutin berolahraga di tengah kesibukan.

Selain itu, dinamika bos galak dengan karyawan dalam format semi drama serta agen properti yang mengulas produk dengan gimmick jingle juga disebut memiliki daya tarik kuat.

Karakter dalam konten tidak lagi sekadar gimmick, melainkan fondasi identitas kreator di niche yang mereka pilih.

Untuk mengikuti tren ini, terdapat dua langkah utama yang disarankan.

Pertama, tentukan karakter dan premis dengan jelas menggunakan formula siapa berperan sebagai apa yang dinilai unik, lalu kembangkan rutinitas, konflik, dan cara penyampaiannya.

Kedua, terapkan ritme cut to cut yang cepat dengan jeda minimal, serta pertahankan unsur raw seperti gerakan kamera tidak stabil, suara latar bocor, atau ekspresi yang terlihat kikuk.

Jika tahun 2025 identik dengan estetika visual dan nuansa sinematik, maka tahun 2026 diprediksi menjadi era kejujuran visual.

Tren ini memberi ruang lebih luas bagi kreator non-perfeksionis dan memperbesar peluang FYP bagi mereka yang mengandalkan karakter serta kedekatan emosional, bukan kemewahan produksi.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya