Profil Tampang Agung Kepala Unit BRI di Jombang yang Dibui Usai Gelapkan Rp4,6 Miliar untuk Trading Kripto: Umur, Agama dan Akun IG
ilustrasi-waldryano-
Para ahli menyoroti perlunya penguatan sistem kontrol internal, termasuk:
Audit harian otomatis berbasis AI
Pemisahan tugas (segregation of duties) yang lebih ketat antara otorisasi dan eksekusi transaksi
Pelaporan real-time atas transaksi mencurigakan ke level cabang utama
Selain itu, edukasi literasi keuangan digital—termasuk risiko investasi kripto—juga dinilai penting bagi pegawai bank, agar tidak tergoda menggunakan aset institusi untuk spekulasi pribadi.
Pesan Moral: Amanah Bukan Alat Spekulasi
Di balik angka-angka dan regulasi hukum, kasus Agung menyisakan pelajaran moral yang dalam: jabatan adalah amanah, bukan alat untuk spekulasi pribadi. Sekecil apa pun posisi seseorang dalam struktur birokrasi atau korporasi, jika diberi akses ke uang publik, maka integritas harus menjadi fondasi utama.
Bagi masyarakat, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa meski sistem perbankan terus dimodernisasi, pengawasan sosial dan kewaspadaan nasabah tetap tak tergantikan.
Apa Langkah Selanjutnya?
Kejaksaan Negeri Jombang kini tengah menyiapkan dakwaan lengkap untuk diajukan ke Pengadilan Tipikor Surabaya dalam waktu dekat. Sementara itu, pihak BRI telah mengambil langkah mitigasi, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap SOP di seluruh unit layanan di Jawa Timur.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang—dana nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)—namun tetap waspada terhadap praktik-praktik tidak transparan di tingkat layanan terdepan.