Profil Tampang Roby Tremonti yang Jadi Sorotan Usai Buku ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans Viral Kini Diduga Lakukan Pengancaman pada Hesti Purwadinata dan Edo Borne

Profil Tampang Roby Tremonti yang Jadi Sorotan Usai Buku ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans Viral Kini Diduga Lakukan Pengancaman pada Hesti Purwadinata dan Edo Borne

Robby-Instagram-

Profil Tampang Roby Tremonti yang Jadi Sorotan Usai Buku ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans Viral Kini Diduga Lakukan Pengancaman pada Hesti Purwadinata dan Edo Borne

Nama Roby Tremonti kembali mencuat ke permukaan setelah memoar kontroversial berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya aktris sekaligus influencer Aurelie Moeremans menjadi viral di media sosial. Buku yang dirilis secara independen ini mengguncang publik dengan pengakuan mendalam tentang trauma masa remaja Aurelie sebagai korban child grooming—sebuah bentuk eksploitasi emosional dan psikologis terhadap anak di bawah umur oleh orang dewasa.



Meski dalam bukunya Aurelie tidak menyebut nama pelaku secara eksplisit, banyak netizen meyakini bahwa sosok yang ia sebut sebagai “Bobby” merujuk pada Roby Tremonti. Alasannya? Sejumlah petunjuk naratif dalam memoar tersebut—mulai dari latar profesi, usia, hingga konteks pertemuan pertama di lokasi syuting iklan—dianggap sangat mirip dengan riwayat hubungan masa lalu antara Aurelie dan aktor senior tersebut yang pernah menjadi sorotan media beberapa tahun silam.

Unggahan Bernada Peringatan Hukum dari Roby Tremonti
Menariknya, di tengah gelombang spekulasi publik, Roby justru memilih merespons isu ini melalui unggahan bernuansa edukasi hukum di akun Instagram pribadinya, @robytremonti. Pada Minggu (11/1/2026), ia membagikan tangkapan layar berisi penjelasan tentang risiko pidana yang bisa menjerat penulis yang menggunakan tokoh fiktif namun masih dapat dikenali oleh masyarakat luas.

“Buat share pengetahuan aja ya guys. Ini kata Gemini AI sih, tapi coba dicari infonya di RL,” tulis Roby dalam keterangan unggahannya.


Dalam cuplikan tersebut, dijelaskan bahwa penggunaan nama samaran atau karakter fiktif dalam karya sastra tidak serta-merta melindungi penulis dari tuntutan hukum. Kunci utamanya terletak pada apakah identitas asli seseorang masih bisa ditebak oleh pembaca berdasarkan deskripsi spesifik seperti latar belakang pekerjaan, ciri fisik, peristiwa hidup, atau konteks sosial tertentu.

Jika elemen-elemen itu cukup kuat untuk mengarahkan publik pada satu individu nyata, maka karya tersebut berpotensi dianggap sebagai pencemaran nama baik—meskipun tidak ada penyebutan nama langsung.

Roby juga menyertakan referensi terhadap sejumlah pasal hukum yang relevan. Di antaranya:

Pasal 310 ayat (2) KUHP: Mengatur tentang pencemaran nama baik dalam bentuk tulisan, dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan penjara.
Pasal 311 KUHP: Menyangkut tindak pidana fitnah, yang dapat dikenai sanksi hingga 4 tahun penjara.
Pasal 27A Undang-Undang ITE: Berlaku jika konten bermuatan pencemaran nama baik disebarluaskan melalui platform digital, termasuk media sosial atau e-book.
Unggahan ini sontak memicu perdebatan lebih luas di kalangan warganet. Sebagian menilainya sebagai respons defensif yang wajar, sementara yang lain justru menganggapnya sebagai bentuk implisit pengakuan atas keterlibatan dalam narasi buku tersebut.

‘Broken Strings’: Memoar yang Menggugah Kesadaran Publik
Di sisi lain, Broken Strings terus menuai pujian karena keberaniannya mengangkat isu sensitif grooming yang selama ini jarang dibahas secara terbuka di ranah publik Indonesia. Dalam buku tersebut, Aurelie—yang kini berusia 28 tahun—mengungkap bagaimana ia pertama kali bertemu “Bobby” saat masih berusia 15 tahun di lokasi syuting sebuah iklan komersial.

Hubungan yang awalnya terasa seperti mentorship cepat berubah menjadi dinamika manipulatif, penuh tekanan emosional, dan ketidakseimbangan kuasa. Pengalaman traumatis itu, menurut Aurelie, membekas hingga dewasa dan turut membentuk cara pandangnya terhadap relasi interpersonal, karier, bahkan harga diri.

“Saya menulis buku ini bukan untuk menyerang siapa pun, tapi agar korban lain tahu: mereka tidak sendiri. Dan agar masyarakat mulai memahami bahwa grooming bukan sekadar ‘pacaran beda usia’, tapi bentuk kekerasan yang sistematis,” ujar Aurelie dalam sesi wawancara virtual pekan lalu.

Siapa Sebenarnya Roby Tremonti?
Bagi generasi milenial dan Gen Z, nama Roby Tremonti mungkin tak terlalu familiar. Namun di kalangan pecinta sinetron dan film nasional era 2000-an hingga 2010-an, ia dikenal sebagai aktor serba bisa yang juga memiliki talenta musikal.

Lahir pada 30 Oktober 1979, Roby kini berusia 46 tahun dan merupakan penganut Katolik yang dikenal menjaga privasi kehidupan pribadinya. Ia memulai karier di dunia hiburan lewat sinetron, lalu perlahan merambah ke industri musik.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan artistiknya adalah pendirian Matari Band bersama aktor Indra Birowo dan Rendi Haroen, di mana Roby menjabat sebagai gitaris. Ia juga sempat merilis single solo berjudul Hanya Sedetik Saja pada 2017 yang mendapat sambutan hangat dari penggemar musik pop Indonesia.

Sebagai aktor, Roby mencatatkan namanya lewat peran ikonik sebagai Rohmat dalam sinetron Amanah Wali 4, yang ditayangkan di RCTI. Karakternya yang kocak namun penuh nilai moral membuatnya dicintai penonton dari berbagai kalangan.

Jejak Sinematik dan Peran yang Meninggalkan Kes kesan
Tak hanya di televisi, Roby juga aktif di layar lebar. Beberapa judul film yang pernah ia bintangi antara lain:

Naga Bonar Reborn (2023) – sebagai tokoh pendukung yang memberikan nuansa nostalgia
Mama: Pesan dari Neraka (2025) – film horor religi yang sukses di box office
Tenung (2025), garapan sutradara ternama Rizal Mantovani, di mana Roby memerankan Fial, seorang ayah yang terjebak dalam konflik keluarga berbalut unsur mistis
BONNIE (2024) – drama kriminal yang mengeksplorasi kompleksitas moral dalam dunia kejahatan
Selain itu, kehadirannya dalam serial Kupu Malam (2023) juga tak luput dari perhatian. Di sini, ia berperan sebagai Anton, sosok pria misterius yang menjadi pusat intrik emosional dalam cerita. Perannya begitu melekat hingga banyak netizen kerap mengaitkan karakter Anton dengan kepribadian asli Roby.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya