Harga Pangan Awal 2026 Turun Drastis: Cabai, Minyak Goreng, hingga Daging Sapi Ikut Kompak Melemah

Harga Pangan Awal 2026 Turun Drastis: Cabai, Minyak Goreng, hingga Daging Sapi Ikut Kompak Melemah

cabe-pixabay-

Harga Pangan Awal 2026 Turun Drastis: Cabai, Minyak Goreng, hingga Daging Sapi Ikut “Kompak” Melemah

Kabar gembira datang bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di seluruh Indonesia. Memasuki pekan kedua tahun 2026, harga sejumlah komoditas pangan utama mengalami penurunan signifikan. Mulai dari bumbu dapur seperti cabai dan bawang, hingga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur ayam, daging sapi, dan beras—semuanya tercatat turun secara konsisten dalam pemantauan terbaru Badan Pangan Nasional (Bapanas).



Penurunan ini bukan hanya bersifat sporadis, melainkan mencerminkan tren positif yang berpotensi meringankan beban ekonomi rumah tangga di awal tahun. Menurut data Panel Harga Bapanas per Minggu (11/1/2026) pukul 12.00 WIB, hampir seluruh kelompok pangan mengalami tekanan harga ke bawah, menandakan pasokan yang stabil dan distribusi yang lancar di tengah musim panen raya.

Beras dan Kedelai: Stabil dengan Penyesuaian Minor
Meski tidak mengalami penurunan drastis, harga beras tetap menunjukkan tren penurunan tipis namun konsisten. Beras premium kini dijual rata-rata Rp15.488 per kilogram, turun Rp49 atau 0,32% dibanding pekan lalu. Sementara itu, beras medium—yang menjadi pilihan utama mayoritas masyarakat—tercatat di angka Rp13.710 per kilogram, turun Rp51 atau 0,37%.

Tak ketinggalan, kedelai biji kering impor juga ikut melemah. Harganya kini berada di level Rp10.791 per kilogram, turun Rp54 atau 0,50%. Penurunan ini penting karena kedelai merupakan bahan baku utama tempe, tahu, dan berbagai produk olahan pangan lokal yang menjadi sumber protein nabati harian jutaan keluarga Indonesia.


Cabai dan Bawang: Penurunan Paling Tajam di Kelompok Bumbu Dapur
Salah satu sorotan utama dalam laporan kali ini adalah penurunan harga yang cukup tajam pada komoditas bumbu dapur—khususnya cabai dan bawang. Cabai merah keriting, yang sering menjadi biang kenaikan inflasi, kini turun drastis menjadi Rp40.579 per kilogram, turun Rp997 atau 2,40%. Angka ini memberikan angin segar bagi pedagang warung makan dan rumah tangga yang selama ini terbebani oleh fluktuasi harga cabai.

Cabai merah besar juga ikut turun menjadi Rp38.694 per kilogram (turun Rp360 atau 0,92%), sementara cabai rawit merah—yang biasanya lebih mahal—kini dijual Rp54.243 per kilogram, turun Rp706 atau 1,28%.

Di sisi lain, bawang merah mencatat penurunan paling signifikan dalam kelompok rempah, yaitu mencapai Rp1.170 per kilogram. Harganya kini berada di Rp42.555 per kilogram, turun 2,68%. Bawang putih bonggol juga tidak ketinggalan, turun Rp399 menjadi Rp38.083 per kilogram (minus 1,04%).

Protein Hewani: Daging Sapi, Ayam, hingga Telur Ikut Turun
Penurunan harga juga menyentuh komoditas protein hewani. Daging sapi murni, yang biasanya menjadi salah satu komponen termahal dalam daftar belanja bulanan, kini turun tipis menjadi Rp135.791 per kilogram (turun Rp110 atau 0,08%). Meski persentasenya kecil, penurunan ini tetap menjadi sinyal positif mengingat stabilitas harga daging sangat sensitif terhadap inflasi.

Sementara itu, daging ayam ras—sumber protein utama masyarakat menengah ke bawah—turun menjadi Rp38.972 per kilogram, turun Rp132 atau 0,34%. Tak kalah penting, harga telur ayam ras juga turun menjadi Rp30.988 per kilogram, turun Rp149 atau 0,48%. Penurunan ini sangat membantu, mengingat telur merupakan salah satu bahan pangan paling sering dikonsumsi sehari-hari.

Minyak Goreng dan Gula: Semua Jenis Turun, Termasuk Minyakita
Komoditas strategis lain yang ikut “kompak” turun adalah minyak goreng. Minyak goreng kemasan kini dijual rata-rata Rp20.928 per liter, turun Rp48 atau 0,23%. Sementara minyak goreng curah—yang banyak digunakan oleh UMKM dan pedagang kaki lima—turun lebih tajam menjadi Rp17.530 per liter, turun Rp94 atau 0,53%.

Program pemerintah melalui merek Minyakita juga menunjukkan hasil positif. Harga Minyakita tercatat Rp17.557 per liter, turun Rp123 atau 0,70%, menjadikannya opsi paling terjangkau di antara ketiganya.

Gula konsumsi, yang sempat menjadi isu nasional beberapa tahun lalu, kini juga stabil dengan tren penurunan. Harganya berada di Rp17.995 per kilogram, turun Rp51 atau 0,28%.

Perikanan: Dinamika Campuran, Jagung Peternak Stabil
Tidak semua komoditas mengalami penurunan. Di sektor perikanan, terjadi dinamika campuran. Ikan kembung naik tipis menjadi Rp44.779 per kilogram (naik Rp32 atau 0,07%), begitu pula ikan bandeng yang naik menjadi Rp35.961 per kilogram (naik Rp167 atau 0,47%). Namun, ikan tongkol justru turun menjadi Rp36.840 per kilogram, turun Rp97 atau 0,26%.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya