Film Uang Passolo 2026 Akankah Lanjut Season 2? Begini Penjelasan dan Reviewnya!

Film Uang Passolo 2026 Akankah Lanjut Season 2? Begini Penjelasan dan Reviewnya!

Uang passolo-Instagram-

Film Uang Passolo 2026 Akankah Lanjut Season 2? Begini Penjelasan dan Reviewnya! Kisah Cinta Sederhana yang Menantang Adat dan Realitas Ekonomi di Tengah Budaya Bugis-Makassar

Di tengah hiruk-pikuk industri perfilman Indonesia yang kerap didominasi oleh kisah romansa metropolitan atau horor lokal, muncul sebuah karya yang menyentuh akar budaya sekaligus menyoroti realitas sosial yang kerap diabaikan: “Uang Passolo”. Film yang tayang eksklusif di jaringan bioskop XXI mulai 8 Januari 2026 ini mengangkat kisah nyata pernikahan dalam konteks budaya Bugis dan Makassar, menggambarkan pergulatan pasangan muda dalam menyeimbangkan cinta, tradisi, dan keterbatasan ekonomi.



Dibintangi oleh dua wajah segar industri hiburan Tanah Air—Imran Ismail dan Mashita Asapa—“Uang Passolo” bukan sekadar film drama romantis biasa. Ia adalah potret jujur tentang bagaimana norma sosial dan beban adat masih menjadi tantangan nyata bagi generasi muda di era modern, terutama ketika harus berhadapan dengan realitas finansial yang tak ramah.

Kisah Cinta di Tengah Tekanan Adat dan Keterbatasan Finansial
Film ini mengikuti perjalanan Biba dan Rizky, pasangan muda yang memutuskan untuk menikah dengan upacara sederhana—sesuai kemampuan mereka. Namun, keputusan itu ternyata bukan hal mudah di tengah masyarakat yang masih sangat menghargai tradisi pernikahan adat Bugis-Makassar, di mana uang passolo—sejenis mahar atau belanja wajib yang diberikan pihak laki-laki kepada keluarga perempuan—menjadi simbol harga diri kedua keluarga.

Meski niat mereka tulus dan berangkat dari cinta yang tulus pula, Biba dan Rizky harus menghadapi tekanan dari kedua belah pihak keluarga. Orang tua Biba merasa “malu” jika pernikahan putrinya tidak memenuhi standar adat yang telah berlangsung turun-temurun. Di sisi lain, keluarga Rizky, meski mendukung, juga khawatir akan penilaian sosial jika pernikahan anaknya dianggap “kurang layak”.


Konflik inilah yang menjadi inti cerita “Uang Passolo”—bukan pertikaian fisik atau intrik rumit, melainkan pergulatan batin yang sangat manusiawi: bagaimana mempertahankan harga diri di mata masyarakat sambil tetap setia pada nilai-nilai kesederhanaan dan kejujuran.

Representasi Budaya yang Autentik dan Emosional
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada representasi budaya Bugis-Makassar yang autentik. Sutradara sengaja melibatkan budayawan lokal sebagai konsultan budaya, memastikan bahwa setiap detail—mulai dari tata cara lamaran, prosesi adat, hingga dialog dalam bahasa daerah—disajikan dengan akurat dan penuh hormat.

Penonton akan dibawa masuk ke dalam suasana kampung Bugis yang kental: rumah panggung dengan ukiran khas, para wanita yang mengenakan baju bodo, dan suasana kekeluargaan yang hangat namun penuh ekspektasi. Namun, di balik keindahan visual tersebut, tersembunyi kritik sosial yang halus namun menusuk: apakah tradisi harus selalu menjadi beban, bukan perekat?

Akting Memukau dari Imran Ismail dan Mashita Asapa
Performa Imran Ismail sebagai Rizky patut diacungi jempol. Ia berhasil menampilkan sosok pria muda yang teguh pada prinsip, namun tetap lembut dan penuh pengertian. Tatapan matanya yang penuh keraguan, cemas, namun tak pernah menyerah, menjadi jendela bagi penonton untuk merasakan pergulatan batin sang tokoh utama.

Sementara itu, Mashita Asapa membawa Biba ke dalam dimensi yang lebih emosional. Ia bukan sekadar korban tekanan keluarga, melainkan perempuan yang berusaha mencari jalan tengah antara ketaatan kepada orang tua dan keinginan untuk membina rumah tangga yang dibangun atas dasar saling pengertian, bukan gengsi.

Chemistry keduanya terasa alami, membuat penonton larut dalam setiap momen—baik yang penuh tawa, ketegangan, maupun air mata.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya