Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang: Momentum Evaluasi Mendalam dan Penyelarasan Visi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran
Prabowo-Instagram-
Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang: Momentum Evaluasi Mendalam dan Penyelarasan Visi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran
Di tengah hamparan hijau kawasan Hambalang, Bogor, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar momen strategis yang tak biasa: Retret Kabinet Merah Putih. Acara yang digelar sejak pagi hingga kemungkinan berlangsung hingga malam hari ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum evaluasi komprehensif terhadap capaian, tantangan, dan arah kebijakan nasional selama satu tahun pertama kepemimpinan duet Prabowo–Gibran.
Digelar di fasilitas latihan militer yang kini menjadi lokasi simbolis bagi konsolidasi kebijakan nasional, retret ini menjadi ajang introspeksi kolektif bagi seluruh jajaran kementerian dan lembaga pemerintah. Dalam suasana yang lebih intim dan fokus, para menteri diminta menyampaikan laporan kinerja, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta mengusulkan langkah percepatan untuk program-program strategis yang menjadi prioritas nasional.
Evaluasi Tanpa Batas Waktu, Fokus pada Hasil Nyata
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa retret ini menyandang makna ganda: sebagai forum pengarahan langsung dari Presiden sekaligus ruang konsolidasi internal kabinet. Tidak seperti rapat koordinasi biasa yang kerap terikat agenda ketat dan durasi terbatas, retret di Hambalang sengaja dirancang tanpa batasan waktu agar setiap isu strategis dapat dibahas secara mendalam.
“Makna retreat bagi pemerintah adalah memberikan pengarahan sekaligus melakukan evaluasi terhadap seluruh program dan kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran,” ujar Prasetyo kepada awak media di sela-sela acara.
Ia menambahkan bahwa evaluasi kali ini bersifat holistik, mencakup seluruh bidang kebijakan—dari ekonomi, sosial, pendidikan, energi, hingga ketahanan nasional. “Tidak hanya satu program. Semua kementerian akan dievaluasi, termasuk mendengarkan laporan perkembangan dan membahas kendala yang ada,” tegasnya.
Tradisi Baru, dengan Sentuhan Strategis
Retret kabinet bukan hal baru dalam pemerintahan Prabowo–Gibran. Tradisi ini sebelumnya sudah dimulai saat Kabinet Merah Putih pertama kali dibentuk, dengan lokasi perdana di Akademi Militer Magelang—tempat simbolik yang mencerminkan disiplin dan kesatuan visi. Namun, kali ini, Hambalang dipilih dengan pertimbangan praktis dan strategis, termasuk kapasitas fasilitas serta kedekatan logistik dengan Jakarta.
Pemindahan lokasi bukan sekadar soal geografis, melainkan cerminan adaptasi pemerintah terhadap dinamika internal dan eksternal. Dengan situasi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah ingin memastikan bahwa semua kebijakan nasional tetap lincah, responsif, dan berorientasi pada hasil nyata di lapangan.
Prioritas Nasional Jadi Panggung Utama Evaluasi
Dalam sesi-sesi retret yang terbagi menjadi beberapa babak, sejumlah agenda besar menjadi fokus utama paparan para menteri. Di antaranya:
Swasembada Pangan: Bagaimana progres program ketahanan pangan di tengah tekanan iklim dan volatilitas harga global?
Swasembada Energi: Apakah transisi energi berjalan sesuai rencana? Bagaimana percepatan pengembangan energi terbarukan dan pengurangan ketergantungan pada impor?
Program Makan Bergizi Gratis: Sejauh mana cakupan dan dampaknya terhadap gizi anak usia sekolah?
Hilirisasi Industri: Apakah industri dalam negeri sudah benar-benar menjadi penggerak ekonomi, bukan hanya penambang bahan mentah?
Sekolah Rakyat: Inisiatif pendidikan inklusif yang digagas pemerintah—bagaimana implementasinya di daerah terpencil?
Penanganan dan Mitigasi Bencana: Mengingat musim hujan ekstrem yang melanda berbagai wilayah, kesiapsiagaan bencana menjadi agenda krusial.
Namun, di balik detail teknis tiap program, Presiden Prabowo menekankan satu hal: kerja kolektif kabinet harus menghasilkan dampak nyata bagi rakyat. Bukan hanya pertumbuhan angka di laporan, tetapi peningkatan kualitas hidup sehari-hari.
Koordinasi Lintas Sektor, Kunci Hadapi Tantangan 2026
Selain evaluasi kinerja, retret ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antar-kementerian. Menteri Prasetyo menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan multidimensi di tahun 2026, seperti: