Siapa Suami Azkiave? Konten Kreator 19 Tahun yang Viral karena Menikah Muda & Kritik Tajam terhadap Extended Adolescence, Bukan Orang Biasa?
Azkiave-Instagram-
Debat Budaya: Apakah “Dewasa” Harus Dipercepat?
Kontroversi seputar Azkiave sejatinya mencerminkan perdebatan yang lebih luas dalam masyarakat kontemporer: kapan seseorang dianggap ‘dewasa’? Di era digital, batas antara remaja dan dewasa semakin kabur. Banyak anak muda yang secara finansial mandiri sejak usia dini, namun secara sosial masih diperlakukan seperti “anak kecil”.
Konsep extended adolescence—yang pertama kali dipopulerkan oleh psikolog Jeffrey Arnett—merujuk pada masa transisi antara remaja dan dewasa penuh, biasanya antara usia 18 hingga 29 tahun. Di masa ini, individu menjelajahi identitas, karier, dan hubungan tanpa tekanan untuk segera “menetap”.
Namun, Azkiave menolak gagasan tersebut. Ia berargumen bahwa budaya ini justru menciptakan mentalitas penundaan yang berbahaya, terutama di tengah tuntutan zaman yang semakin kompetitif.
“Kedewasaan bukan soal usia, tapi tanggung jawab. Dan aku memilih bertanggung jawab sejak dini,” katanya dalam salah satu video di TikTok yang telah ditonton lebih dari 2 juta kali.
Akankah Narasi Azkiave Menginspirasi Generasi Muda Lainnya?
Terlepas dari pro dan kontra, keberanian Azkiave membuka ruang diskusi penting tentang kemandirian, pernikahan muda, dan definisi kedewasaan di era modern. Ia tidak hanya menjadi konten kreator, tetapi juga suara alternatif yang menantang narasi arus utama tentang “masa muda”.
Bagi sebagian orang, kisahnya adalah bukti bahwa impian besar tak harus menunggu usia matang. Namun bagi yang lain, ini adalah pengingat bahwa setiap individu punya ritme hidupnya sendiri—dan tidak ada satu jalan yang cocok untuk semua.
Yang pasti, Azkiave telah berhasil melakukan satu hal: membuat kita semua berpikir ulang tentang apa artinya “menjadi dewasa” di abad ke-21.