Anak 12 Tahun yang Bunuh Ibu Kandung, Ternyata Terinspirasi Kartun Detective Conan Episode 271 dan Game Online

Anak 12 Tahun yang Bunuh Ibu Kandung, Ternyata Terinspirasi Kartun Detective Conan Episode 271 dan Game Online

Detective-Instagram-

Psikolog anak, Dr. Lina Sari, M.Psi, mengatakan bahwa usia 10–13 tahun merupakan masa kritis di mana anak sangat rentan meniru perilaku dari lingkungan dan media. “Otak mereka sedang berkembang, terutama bagian yang mengatur empati dan kontrol impuls. Jika tidak dibimbing, mereka bisa salah menafsirkan konflik dan keadilan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya literasi media dan pemantauan konten oleh orang tua, serta perlunya sistem pendukung psikologis di lingkungan sekolah dan komunitas.



Baca juga: Selisih Umur Brittany Porter dan Sultan Malaysia Berapa? Inilah Biodata Penyanyi AS yang Klaim ‘Dijebak’ Nikah Siri

Dampak dan Respons Masyarakat
Sejak kasus ini mencuat, warganet di Medan dan seluruh Indonesia dibuat geram sekaligus prihatin. Banyak netizen mempertanyakan sistem perlindungan anak, sementara yang lain menyerukan reformasi terhadap regulasi konten digital untuk anak-anak.

Sementara itu, pihak sekolah tempat Al belajar menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan psikologis bagi teman-teman sekelasnya yang mungkin mengalami trauma sekunder.


Penutup: Antara Hukum, Kemanusiaan, dan Pencegahan
Meski Al masih di bawah umur, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak tetap memberikan ruang bagi proses hukum—namun dengan pendekatan restoratif dan rehabilitatif, bukan represif. Namun, pertanyaan besar tetap tersisa: bagaimana mencegah tragedi serupa di masa depan?

Jawabannya tidak sederhana. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan industri hiburan untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi tumbuh kembang anak. Karena pada akhirnya, seorang anak bukan hanya cermin keluarganya—tapi juga cermin masyarakat tempat ia dibesarkan.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya