Laut, Bukan Hutan, Paru-paru Dunia? Pernyataan Viktor Laiskodat Viral, Ini Fakta Ilmiah di Balik Kontroversi

Laut, Bukan Hutan, Paru-paru Dunia? Pernyataan Viktor Laiskodat Viral, Ini Fakta Ilmiah di Balik Kontroversi

laut-pixabay-

Dr. Arya Permana, peneliti oseanografi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menjelaskan:

“Justru sebaliknya. Pemanasan global dan mencairnya es kutub mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Suhu laut yang meningkat menyebabkan stratifikasi—lapisan air laut tak lagi bercampur dengan baik. Akibatnya, nutrien dari dasar laut sulit naik ke permukaan, menghambat pertumbuhan fitoplankton. Artinya, produksi oksigen bisa menurun, bukan meningkat.”



Baca juga: Pernikahan Dini Gen Z di Netflix Tuai Kritik Pedas dari Tenaga Medis: Ini 3 Alasan Utamanya!

Selain itu, mencairnya es juga berkontribusi pada kenaikan permukaan laut, kehilangan habitat satwa kutub, dan pelepasan gas metana terperangkap dari permafrost—semua faktor yang memperparah krisis iklim.

Publik Bereaksi: Edukasi Publik vs. Pernyataan Sensasional
Respons publik terhadap video Viktor Laiskodat sangat beragam. Di satu sisi, banyak yang mengapresiasi upaya menyoroti peran laut dalam produksi oksigen—sebuah isu yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam diskusi lingkungan. Namun di sisi lain, para ilmuwan mengkhawatirkan penyederhanaan yang berlebihan bisa menyesatkan.


“Kita butuh narasi yang akurat dan seimbang,” kata Nadia Fitriani, aktivis iklim dari Greenpeace Indonesia. “Menyebut ‘hutan bukan paru-paru dunia’ tanpa konteks ilmiah yang memadai berpotensi mengaburkan urgensi pelestarian hutan—yang saat ini mengalami deforestasi masif di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.”

Bahkan di media sosial, tagar seperti #ParuParuDunia, #JagaLautJagaHutan, dan #FaktaOksigen sempat menjadi trending, menunjukkan tingginya minat publik terhadap isu lingkungan—sekaligus perlunya literasi sains yang lebih baik di kalangan pemimpin publik.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya