Shine On Me, Drama China Terbaru yang Viral Tapi Dikecam: Antara Romantisme Klise dan Adegan Fisika Indi” yang Jadi Bahan Meme

Shine On Me, Drama China Terbaru yang Viral Tapi Dikecam: Antara Romantisme Klise dan Adegan Fisika Indi” yang Jadi Bahan Meme

Shine -Instagram-


Shine On Me, Drama China Terbaru yang Viral Tapi Dikecam: Antara Romantisme Klise dan Adegan Fisika Indi” yang Jadi Bahan Meme

Di penghujung tahun 2025, drama China terbaru berjudul Shine On Me mencuri perhatian publik. Tayang perdana pada 22 Desember 2025 di platform streaming Tencent Video, serial romansa modern ini langsung melejit dengan pencapaian mengesankan: mengumpulkan 27.000 poin popularitas hanya dalam 48 jam sejak rilis. Namun, di balik sorotan dan popularitasnya, Shine On Me justru menuai gelombang kritik pedas dari penonton, terutama terkait logika cerita yang dianggap absurd dan eksekusi akting yang terkesan dipaksakan.



Apa sebenarnya yang membuat drama ini menjadi perbincangan hangat—baik dalam konteks pujian maupun cibiran? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kisah Cinta Penuh Warna, tapi Terjebak di Zaman Lampau?
Shine On Me diadaptasi dari web novel populer berjudul Blazing Sunlight karya penulis ternama Gu Man. Ceritanya mengikuti perjalanan hidup Nie Xi Guang (diperankan oleh Zhao Jinmai), seorang mahasiswi ceria, polos, namun penuh semangat yang baru saja lulus kuliah dan memasuki dunia profesional yang penuh tantangan.

Selama masa kuliah, Nie Xi Guang diam-diam menyimpan rasa suka pada Zhuang Xu (Lai Weiming), seorang mahasiswa berprestasi yang pendiam dan misterius. Namun, cinta pertamanya itu tak pernah berbalas—dan meninggalkan luka batin yang sulit dilupakan.


Ketika Nie Xi Guang mulai meniti karier di industri energi terbarukan, ia justru bertemu dengan Lin Zi Sen (Song Weilong), seorang mantan dokter bedah yang kini menjadi tokoh elit di dunia bisnis energi surya. Lin Zi Sen hadir sebagai sosok karismatik, dingin, namun perlahan terpikat pada kehangatan dan kepolosan Nie Xi Guang.

Dua sisi hati Nie Xi Guang pun terbelah: antara melanjutkan penyesalan masa lalu atau membuka diri pada cinta baru yang justru datang dari arah tak terduga. Pertanyaan utamanya: mampukah Nie Xi Guang melepaskan masa lalunya dan menyambut cahaya baru dalam hidupnya?

Adegan “Penyelamatan Balkon” yang Viral Jadi Bumerang
Popularitas Shine On Me sempat melonjak berkat visual yang estetik dan chemistry antara pemeran utama. Namun, semuanya berubah ketika sebuah adegan penyelamatan dramatis di balkon menjadi viral di media sosial—bukan karena keromantisannya, melainkan karena ketidaklogisan ekstremnya.

Dalam adegan tersebut, Nie Xi Guang terpeleset dari balkon lantai tinggi dan hampir jatuh, namun diselamatkan secara heroik oleh Lin Zi Sen dengan gerakan slow motion yang berlebihan. Yang jadi sorotan bukanlah aksi penyelamatannya, melainkan postur tubuh dan cara pendaratannya yang dianggap melanggar hukum fisika dasar.

Netizen pun langsung membanjiri platform seperti Weibo, Douyin (TikTok versi Tiongkok), dan Xiaohongshu dengan meme dan kritik pedas.

“Apakah drama romantis Tiongkok sekarang meminjam hukum fisika dari film India?” komentar salah satu warganet yang langsung viral.

“Kalau mendarat dengan lutut seperti itu, bukan cinta yang didapat—tapi cedera saraf seumur hidup,” timpal yang lain.

Alih-alih menciptakan momen tegang nan romantis, adegan ini justru dianggap sebagai contoh nyata produksi yang meremehkan kecerdasan penonton modern. Banyak penonton merasa bahwa drama China kini terlalu mengandalkan klise visual tanpa memperhatikan realisme atau koherensi naratif.

Akting dan Adaptasi: Antara Potensi dan Keterbatasan
Tak hanya adegan balkon, banyak penonton juga mengeluh bahwa Shine On Me terasa ketinggalan zaman dalam penyampaiannya. Meski diadaptasi dari novel web yang populer, eksekusi layar kacanya justru terasa seperti drama China dari era 2010-an—dengan dialog klise, dinamika cinta segitiga yang sudah diprediksi, dan penokohan yang terlalu hitam-putih.

Meski begitu, chemistry antara Zhao Jinmai dan Song Weilong tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian penonton. Keduanya berhasil menyuguhkan momen-momen manis yang mampu membuat para shippers tetap setia menonton.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya