Series Stranger Things Season 5 Akankah Lanjut ke Season 6?
Stranger-Instagram-
Series Stranger Things Season 5 Akankah Lanjut ke Season 6?
Setelah menemani penonton selama sembilan tahun penuh, melewati lima musim yang sarat misteri, nostalgia, dan pertarungan melawan kegelapan, serial fenomenal Netflix Stranger Things akhirnya menutup kisahnya dengan episode pamungkas yang memukau: “The Rightside Up”. Episode terakhir dari Musim 5 ini bukan hanya sekadar pertarungan antara kebaikan dan kejahatan—melainkan klimaks emosional yang mengikat takdir karakter-karakter yang telah menjadi keluarga bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.
Dalam durasi hampir dua jam, penonton diajak menyaksikan perjalanan terakhir Eleven (Millie Bobby Brown), Hopper (David Harbour), Will (Noah Schnapp), dan geng Hawkins dalam misi terakhir mereka: menghancurkan Upside Down, mengalahkan Vecna (Jamie Campbell Bower), menyelamatkan Holly (Nell Fisher), dan—lebih penting lagi—menemukan kedamaian setelah bertahun-tahun hidup dalam ketakutan.
Namun, di balik aksi heroik dan ledakan spektakuler, ada satu pertanyaan yang menggantung di hati penonton hingga kredit akhir bergulir: Apakah Eleven benar-benar mati? Ataukah ia masih hidup, jauh di negeri asing yang damai?
Pertarungan Terakhir di Upside Down: Saat Dunia Terbalik Akhirnya Dikalahkan
Episode final ini dimulai dengan para pahlawan menyusup ke dunia terbalik melalui celah dimensi yang sebelumnya mereka temukan. Misi dibagi menjadi dua kelompok utama. Di satu sisi, tim radio yang terdiri dari Nancy (Natalia Dyer), Jonathan (Charlie Heaton), Steve (Joe Keery), Dustin (Gaten Matarazzo), Mike (Finn Wolfhard), Robin (Maya Hawke), Lucas (Caleb McLaughlin), dan Will berusaha mengaktifkan menara radio WSQK di Upside Down untuk melemahkan Mind Flayer. Di sisi lain, Hopper, Eleven, Kali (Linnea Berthelsen), dan Murray (Brett Gelman) menyusup ke laboratorium Hawkins versi Upside Down, tempat Eleven berencana menghadapi Vecna secara langsung.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Max (Sadie Sink), yang sebelumnya koma akibat serangan Vecna di musim lalu, ternyata mampu masuk secara psikis ke dalam alam bawah sadar Eleven dan Kali, membawa serta kenangan penting tentang masa lalu Vecna yang menjadi kunci kelemahannya.
Sementara itu, di dunia nyata, Vickie (Amybeth McNulty) menjaga Max, Dr. Owens (Paul Reiser) dan Dr. Kay (Linda Hamilton) memantau situasi dari markas darurat, dan Erica (Priah Ferguson) bersama Mr. Clarke (Randy Havens) bersembunyi di gereja lokal—tempat yang menjadi simbol harapan di tengah kekacauan.
Korban dan Pengorbanan: Harga Mahal untuk Kemenangan
Dalam pertarungan sengit melawan pasukan Dr. Kay dan agen-agen pemerintah yang mengejar mereka, geng Hawkins harus membayar mahal. Kali, yang selama ini menjadi sekutu ambigu Eleven, tewas tertembak oleh Akers (Alex Breaux) saat berusaha melindungi Eleven dan Hopper. Namun, sebelum kematiannya, ia sempat meninggalkan jejak penting—yang kemudian menjadi dasar teori terakhir yang menentukan nasib Eleven.
Vecna sendiri dikalahkan secara epik. Joyce (Winona Ryder)—seorang ibu yang selama ini rela mengorbankan segalanya demi keluarganya—mengayunkan kapak ke kepala Vecna sambil berkata, “Kau telah berurusan dengan keluarga yang salah.” Sementara itu, Mind Flayer—makhluk antar dimensi yang telah menghantui Hawkins sejak awal—dihancurkan oleh kerja sama tim yang dipimpin oleh Eleven dan Will.
Akankah Eleven Kembali? Teori Mike yang Menggugah Harapan
Di bagian akhir episode, tampak jelas bahwa Eleven gugur saat Upside Down meledak. Penonton menyaksikan adegan menyayat hati: Mike ditarik ke dalam pikiran Eleven, di mana sang kekasih memintanya untuk melepaskan dan mengizinkan teman-temannya menerima kepergiannya. Dengan latar lagu “Purple Rain” dari Prince, pasangan ini berbagi ciuman terakhir sebelum dunia terbalik runtuh.
Namun, Stranger Things tidak berhenti di sana.
Serial ini melompat ke depan 18 bulan, memperlihatkan kehidupan para karakter pasca-bencana. Hawkins kini membangun kembali dirinya, dengan penduduk setempat mengaitkan kerusakan besar pada “gempa bumi.” Steve menjadi pelatih Little League, Nancy bekerja sebagai jurnalis, Jonathan mengejar mimpi di NYU, dan Dustin menjadi lulusan terbaik sekolahnya.
Tapi Mike tetap murung—terluka oleh kehilangan cinta sejatinya. Sampai akhirnya, dalam adegan penuh makna di ruang bawah tanah keluarga Wheeler, Dustin mengusulkan untuk memanggil “Sang Penyihir” dalam sesi Dungeons & Dragons terakhir mereka. Di situlah Mike mengungkapkan teorinya: mungkin Eleven tidak mati.
Menurut Mike, Kali yang sekarat menggunakan sisa kekuatannya untuk menciptakan ilusi kematian Eleven—sehingga pemerintah mengira Eleven telah lenyap, sementara yang sebenarnya berhasil kabur melalui terowongan rahasia.
Dan di sinilah penonton diberi petunjuk terakhir: gambaran seorang gadis muda—jelas Eleven—berdiri di puncak bukit di Islandia, memandang air terjun megah dan kota kecil di kejauhan. Tidak ada dialog. Hanya ketenangan, keindahan, dan kebebasan.