Jadwal Bioskop Trans TV  3 - 4 Januari 2026

Jadwal Bioskop Trans TV  3 - 4 Januari 2026

The darkness hour-Instagram-

  1. Rabu, 7 Januari 2026

Pukul 21.00 WIB

Pukul 23.00 WIB

  1. Kamis, 8 Januari 2026


Pukul 21.00 WIB

Pukul 23.00 WIB

  1. Jumat, 2 Januari 2026

Pukul 21.00 WIB


CJ7 (2008) – Stephen Chow: Ketika Mainan Luar Angkasa Mengajarkan Makna Cinta Keluarga

Di tengah kesederhanaan kota kecil Tiongkok, seorang buruh miskin bernama Ti—diperankan oleh sutradara sekaligus aktor legendaris Stephen Chow—hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama putranya, Dicky. Kehidupan mereka berubah drastis ketika Dicky menemukan mainan aneh berbentuk bola bulu yang ternyata berasal dari luar angkasa: CJ7.

Film ini bukan sekadar kisah fantasi anak-anak. Di balik efek visual yang menggemaskan dan humor khas Stephen Chow, CJ7 menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan, integritas, dan cinta tanpa syarat dari seorang ayah. Ketika Ti berusaha memberikan yang terbaik meski hanya dengan gaji harian, penonton diajak merenung: seberapa besar kita rela berkorban demi masa depan anak?

Lebih dari sekadar film fiksi ilmiah ringan, CJ7 adalah kritik sosial terhadap kesenjangan kelas, sekaligus pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir bukan dari materi, melainkan dari hubungan yang tulus.

Pukul 23.00 WIB

Battle Creek Brawl (1980) – Jackie Chan: Kehormatan di Tengah Kancah Pertarungan Jalanan

Sebelum Jackie Chan menjadi ikon laga global, ia tampil dalam Battle Creek Brawl (juga dikenal sebagai The Big Brawl) sebagai Jerry Kwan, seorang seniman bela diri muda keturunan Asia-Amerika yang terpaksa turun ke arena pertarungan jalanan yang brutal dan terorganisir.

Film ini menandai transisi Chan dari bintang Hong Kong ke pasar Hollywood. Meskipun belum mencapai puncak koreografi aksi yang menjadi ciri khasnya, Battle Creek Brawl tetap menawarkan adegan laga yang energetik dan penuh akrobatik. Lebih dari itu, film ini mengetengahkan tekanan sosial yang dihadapi minoritas etnis dalam konteks Amerika tahun 1980-an—di mana kekuatan fisik terkadang menjadi satu-satunya jalan untuk membela harga diri.

Dengan latar belakang kompetisi ilegal yang mempertaruhkan nyawa, Battle Creek Brawl menjadi pengingat bahwa pertarungan bukan hanya soal menang atau kalah, tapi juga tentang mengapa kita berdiri dan untuk siapa kita bertarung.

  1. Sabtu, 3 Januari 2026

Pukul 21.00 WIB

Journey to the Center of the Earth (2008) – Brendan Fraser: Petualangan Ilmiah yang Menghidupkan Impian Jules Verne

Mengadaptasi novel klasik Jules Verne, Journey to the Center of the Earth membawa penonton dalam ekspedisi epik yang dipimpin oleh ilmuwan Trevor Anderson (Brendan Fraser). Dorongan untuk menemukan kebenaran di balik hilangnya saudara Trevor membawanya, keponakannya Sean, dan pemandu lokal Hannah ke dalam perut bumi—tempat di mana waktu, hukum fisika, dan evolusi seakan berjalan berbeda.

Film ini sukses menggabungkan unsur fiksi ilmiah, petualangan, dan keluarga. Visual yang memukau menghadirkan dunia bawah tanah yang penuh dengan makhluk purba, kristal raksasa, dan medan yang tak terduga. Namun, di balik semua itu, inti cerita tetap pada hubungan antara Trevor dan Sean—dua jiwa yang awalnya terpisah oleh kehilangan, namun disatukan oleh rasa ingin tahu dan keberanian.

Bagi pencinta eksplorasi ilmiah yang dikemas dengan drama emosional, film ini adalah perpaduan sempurna antara imajinasi dan rasa kemanusiaan.

Pukul 23.00 WIB

The Darkest Hour (2011) – Emile Hirsch: Perlawanan Muda di Tengah Invasi Alien

Moskow yang biasanya megah berubah menjadi medan perang ketika pasukan alien tiba-tiba menyerang Bumi melalui jaringan listrik global. Dalam kekacauan itu, lima anak muda—termasuk karakter utama Sean, diperankan oleh Emile Hirsch—terpaksa menjadi pelopor perlawanan.

The Darkest Hour tidak hanya mengandalkan efek khusus untuk menciptakan ketegangan, tetapi juga menggali dinamika kelompok dalam situasi ekstrem. Film ini menampilkan bagaimana ketakutan bisa memecah belah, namun juga menyatukan manusia ketika mereka kehilangan segalanya. Dengan latar kota yang runtuh dan teknologi yang lumpuh, para tokoh harus mengandalkan insting, kecerdasan, dan solidaritas.

Meski kurang dikenal dibanding film alien lainnya seperti Independence Day, The Darkest Hour menawarkan perspektif segar: bahwa harapan bisa muncul justru dari orang-orang biasa yang tak pernah bermimpi menjadi pahlawan.

  1. Minggu, 4 Januari 2026

Pukul 21.00 WIB

Greenland (2020) – Gerard Butler: Perlombaan Melawan Kiamat dan Ketidakadilan Sosial

Ketika asteroid raksasa mengancam menghancurkan Bumi, pemerintah global mulai memilih siapa yang layak diselamatkan—dan siapa yang harus ditinggalkan. Dalam krisis kemanusiaan itu, John Garrity (Gerard Butler), seorang insinyur biasa, menerima panggilan tak terduga: keluarganya termasuk di antara yang dipilih untuk dievakuasi ke bunker di Greenland.

Namun, perjalanan menuju keselamatan ternyata bukan jaminan. Film ini menggambarkan kepanikan massal, keruntuhan moral, dan ketimpangan sosial yang mengemuka saat akhir dunia tiba. Greenland mengupas tabir keputusan politik darurat, di mana akses ke penyelamatan menjadi komoditas langka—hanya untuk yang “pantas”, menurut kriteria elit.

Dengan akting meyakinkan dari Butler dan narasi yang penuh ketegangan, film ini tidak hanya tentang bertahan hidup, tapi juga tentang pertanyaan etis: dalam situasi terburuk, siapa yang berhak hidup?

Pukul 23.00 WIB

Songbird (2020) – Jenna Ortega: Pandemi, Penindasan, dan Perlawanan di Masa Depan

Berlatar tahun 2024, Songbird menggambarkan dunia yang masih terperangkap dalam cengkeraman pandemi global. Namun, virusnya bukanlah hal biasa—ini adalah mutasi yang mematikan, dan pemerintah telah menerapkan darurat militer penuh. Kota-kota dikunci, warga diawasi ketat, dan siapa pun yang terinfeksi langsung dideportasi ke kamp karantina.

Di tengah kekacauan ini, Nico (diperankan oleh aktor muda berbakat seperti Joe Keery dan Sofia Carson) dan Sara (Jenna Ortega) berusaha mempertahankan cinta dan kemanusiaan mereka. Ortega, yang kini dikenal luas lewat Wednesday, menunjukkan kedalaman emosional yang menawan bahkan dalam peran pendukung.

Yang menarik, Songbird dirilis di puncak pandemi nyata tahun 2020, sehingga film ini menjadi semacam cermin distopia dari realitas yang sedang dialami penonton. Tema pengawasan massal, ketidakadilan dalam penanganan krisis, dan kelompok vigilante yang mengambil hukum ke tangan sendiri semuanya terasa sangat relevan.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya